Hatta: Soal MRT, Jokowi jangan mudah menyerah
Senin, 10 Desember 2012 - 18:00 WIB
Hatta: Soal MRT, Jokowi jangan mudah menyerah
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa meminta Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) tidak cepat menyerah untuk merealisasikan proyek Mass Rapid Transit (MRT) di DKI Jakarta sekalipun nantinya pemerintah memutuskan hanya menanggung 58 persen dari biaya pembangunan jalur MRT sebesar Rp15 triliun.
"Jangan cepat angkat tangan, pokoknya duduk dulu, wong ini negara kita, rakyat rakyatnya kita, rakyat DKI ya rakyat Indonesia, yang mau naik itu rakyat Indonesia, APBN APBD ya kantong kiri kantong kanan," ujar Hatta Rajasa di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Senin (10/12/2012).
Hatta meminta Jokowi untuk lebih visioner dalam mempertimbangkan biaya pembangunan MRT. Menurut dia, beberapa tahun mendatang APBD DKI Jakarta akan meningkat dua kali lipat sehingga memiliki kemampuan yang lebih besar untuk menanggung biaya pembangunan MRT.
"Lihatnya itu jangan kondisi sekarang, kondisinya itu kan 2017. Waktu 2017, APBD itu sudah dua kali lipat," imbuhnya.
Lebih jauh, pihaknya enggan memberikan jaminan bahwa dirinya akan mengabulkan permintaan Jokowi yang ingin pemerintah pusat menanggung 70 persen biaya pembangunan MRT.
"Jangan ngomong itu dulu lah, nanti saya bohong kalau janji. Nanti kita duduk dululah biar saya jelaskan dari mana sumber-sumber kita membiayai," jelas dia.
"Jangan cepat angkat tangan, pokoknya duduk dulu, wong ini negara kita, rakyat rakyatnya kita, rakyat DKI ya rakyat Indonesia, yang mau naik itu rakyat Indonesia, APBN APBD ya kantong kiri kantong kanan," ujar Hatta Rajasa di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Senin (10/12/2012).
Hatta meminta Jokowi untuk lebih visioner dalam mempertimbangkan biaya pembangunan MRT. Menurut dia, beberapa tahun mendatang APBD DKI Jakarta akan meningkat dua kali lipat sehingga memiliki kemampuan yang lebih besar untuk menanggung biaya pembangunan MRT.
"Lihatnya itu jangan kondisi sekarang, kondisinya itu kan 2017. Waktu 2017, APBD itu sudah dua kali lipat," imbuhnya.
Lebih jauh, pihaknya enggan memberikan jaminan bahwa dirinya akan mengabulkan permintaan Jokowi yang ingin pemerintah pusat menanggung 70 persen biaya pembangunan MRT.
"Jangan ngomong itu dulu lah, nanti saya bohong kalau janji. Nanti kita duduk dululah biar saya jelaskan dari mana sumber-sumber kita membiayai," jelas dia.
(gpr)
Lihat Juga :