Sibuk, Hatta akan percepat pertemuan dengan Jokowi
Senin, 10 Desember 2012 - 18:14 WIB
Sibuk, Hatta akan percepat pertemuan dengan Jokowi
A
A
A
Sindonews.com - Karena berbagai kesibukan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa menyatakan akan mempercepat jadwal pertemuannya dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) terkait masalah pembiayaan proyek Mass Rapid Transit (MRT), yang seharusnya digelar pekan depan, menjadi pekan ini.
"Rencananya itu minggu besok tapi saya besok ke Surabaya, ke Jawa Timur sama Presiden, sama ke Bali. Tapi kita agendakan sudah memang minggu ini. Kalau tidak hari Kamis, hari Jumat kita akan ketemu," tutur Hatta Rajasa usai memimpin Rapat di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Senin (10/12/2012).
Namun, dirinya enggan memberikan jaminan bahwa pihaknya akan memenuhi permintaan Jokowi yang ingin pemerintah pusat menanggung 70 persen biaya pembangunan MRT.
Meski demikian, Hatta mengaku sangat memandang penting keberlanjutan proyek MRT ini karena MRT bisa menjadi salah satu solusi mengatasi kemacetan di ibukota.
"Kita semua sadar bahwa MRT sangat diperlukan. Kalau MRT nggak ada, kalau kita melarang kendaraan bermotor masuk ke daerah-daerah strategis, orang marah, wong alternatif nggak ada kok," tutup dia.
"Rencananya itu minggu besok tapi saya besok ke Surabaya, ke Jawa Timur sama Presiden, sama ke Bali. Tapi kita agendakan sudah memang minggu ini. Kalau tidak hari Kamis, hari Jumat kita akan ketemu," tutur Hatta Rajasa usai memimpin Rapat di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Senin (10/12/2012).
Namun, dirinya enggan memberikan jaminan bahwa pihaknya akan memenuhi permintaan Jokowi yang ingin pemerintah pusat menanggung 70 persen biaya pembangunan MRT.
Meski demikian, Hatta mengaku sangat memandang penting keberlanjutan proyek MRT ini karena MRT bisa menjadi salah satu solusi mengatasi kemacetan di ibukota.
"Kita semua sadar bahwa MRT sangat diperlukan. Kalau MRT nggak ada, kalau kita melarang kendaraan bermotor masuk ke daerah-daerah strategis, orang marah, wong alternatif nggak ada kok," tutup dia.
(gpr)
Lihat Juga :