Soal MRT, Hatta tidak jamin bantu Jokowi
Senin, 10 Desember 2012 - 18:31 WIB
Soal MRT, Hatta tidak jamin bantu Jokowi
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa enggan memberikan jaminan bahwa dirinya akan mengabulkan permintaan Jokowi yang ingin pemerintah pusat menanggung 70 persen biaya pembangunan Mass Rapid Transit (MRT).
"Jangan ngomong itu dulu lah, nanti saya bohong kalau janji. Nanti kita duduk dululah biar saya jelaskan dari mana sumber-sumber kita membiayai," jelas Hatta Rajasa usai memimpin Rakor di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Senin (10/12/2012).
Hatta juga meminta Jokowi untuk lebih visioner dalam mempertimbangkan biaya pembangunan MRT. Menurut dia, beberapa tahun mendatang APBD DKI Jakarta akan meningkat dua kali lipat sehingga memiliki kemampuan yang lebih besar untuk menanggung biaya pembangunan MRT.
"Lihatnya itu jangan kondisi sekarang, kondisinya itu kan 2017. Waktu 2017, APBD itu sudah 2 kali lipat," imbuhnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengakui telah melapor ke Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Hatta Rajasa terkait pembagian pengembalian utang terhadap pihak Jepang menyangkut megaproyek Mass Rapid Transit (MRT).
Pria yang akrab disapa Jokowi ini menginginkan pembagian pengembalian kepada pihak Jepang sebesar 70 persen (pemerintah pusat), 30 persen (Pemprov DKI).
"Jangan ngomong itu dulu lah, nanti saya bohong kalau janji. Nanti kita duduk dululah biar saya jelaskan dari mana sumber-sumber kita membiayai," jelas Hatta Rajasa usai memimpin Rakor di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Senin (10/12/2012).
Hatta juga meminta Jokowi untuk lebih visioner dalam mempertimbangkan biaya pembangunan MRT. Menurut dia, beberapa tahun mendatang APBD DKI Jakarta akan meningkat dua kali lipat sehingga memiliki kemampuan yang lebih besar untuk menanggung biaya pembangunan MRT.
"Lihatnya itu jangan kondisi sekarang, kondisinya itu kan 2017. Waktu 2017, APBD itu sudah 2 kali lipat," imbuhnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengakui telah melapor ke Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Hatta Rajasa terkait pembagian pengembalian utang terhadap pihak Jepang menyangkut megaproyek Mass Rapid Transit (MRT).
Pria yang akrab disapa Jokowi ini menginginkan pembagian pengembalian kepada pihak Jepang sebesar 70 persen (pemerintah pusat), 30 persen (Pemprov DKI).
(gpr)
Lihat Juga :