RI-Australia perpanjang kerja sama transportasi

Selasa, 11 Desember 2012 - 10:14 WIB
RI-Australia perpanjang...
RI-Australia perpanjang kerja sama transportasi
A A A
Sindonews.com - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menjalin kerja sama dengan Kementerian Infrastruktur dan Transportasi Australia untuk memfasilitasi kerja sama transportasi antara kedua negara dalam kurun waktu lima tahun kedepan.

Untuk melanjutkan kerja sama tersebut, Menteri Perhubungan Republik Indonesia EE Mangindaan dan Menteri Infrastruktur dan Transportasi Australia Anthony Albanese menandatangani nota kesepahaman mengenai kerja sama sektor transportasi, yaitu memorandum of understanding (MoU) Between the Government of the Republic of Indonesia and the Australian Government on Cooperation in the Transport Sector, beserta dengan Annex-nya yaitu Arrangement between the Ministry of Transportation of the Republic of Indonesia and the Department of Infrastructure and Transport of Australia on the Indonesia Transport Safety Assistance Package (ITSAP).

"Penandatanganan MoU ini merupakan kesepakatan lanjutan dari memorandum of understanding between The Government of the Republic of Indonesia and The Government of Australia on Cooperation in The Transport Sector yang ditandatangani pada 31 Januari 2008 akan berakhir masa berlakunya pada 31 Januari 2013," kata Mangindaan di Kantor Kemenhub, Jakarta, Selasa (11/12/2012).

Dia menjelaskan, untuk terus melanjutkan kerja sama yang telah terjalin dengan baik selama ini, kedua negara sepakat untuk menandatangani MoU yang baru. MoU yang baru mulai berlaku pada hari penandatanganan dan akan berlaku sampai lima tahun ke depan.

MoU kerja sama tansportasi Indonesia-Australia tersebut memiliki tujuan untuk memfasilitasi kerja sama transportasi antara kedua negara, pertukaran informasi dan konsultasi mengenai hal-hal yang terkait transportasi, termasuk menyelenggarakan pertemuan atas persetujuan bersama.

"Selain itu, untuk mengadakan kajian bersama mengenai pertumbuhan transportasi yang potensial antara kedua negara dan hubungan antara transportasi dengan perkembangan industri lain di kedua negara, dan juga berbagi informasi dan konsultasi mengenai kegiatan yang terkait dengan transportasi dan implementasinya pada organisasi internasional," lanjut dia.

Kedua negara juga akan membahas ruang lingkup pemahaman khusus tentang aspek-aspek tertentu dari kerja sama transportasi, dengan memperhatikan hal-hal signifikan yang mempengaruhi hubungan antara sektor transportasi di setiap negara dan memfasilitasi dan menjalin kerja sama antara perusahaan swasta di bidang transportasi kedua negara.

Bidang kerja sama yang termasuk di dalam MoU tersebut meliputi transportasi darat, perkeretaapian, transportasi laut dan angkutan sungai danau, transportasi udara, pendidikan dan pelatihan, penelitian dan pengembangan transportasi, transportasi multimoda, keselamatan transportasi, keamanan transportasi, dampak transportasi terhadap lingkungan, perencanaan dan peraturan transportasi, pencarian dan penyelamatan (search and rescue), manajemen data dan informasi, serta bidang-bidang lain yang disepakati bersama.

Sementara itu, yaitu Annex 1 dari MoU tersebut adalah mengenai Paket Bantuan Keselamatan Transportasi untuk Indonesia (ITSAP). Penandatanganan annex ini menjadi dasar hukum perpanjangan bantuan pemerintah Australia untuk program ITSAP (ITSAP tahap 2).

Pengaturan yang sama mengenai ITSAP telah ditandatangani oleh Menteri Perhubungan kedua negara pada tahun 2010, namun mengingat MoU yang menjadi induk/rujukannya telah habis masa berlakunya dan MoU yang baru dibuat kembali, maka annex dari MoU tersebut juga diperbaharui kembali.

"Tujuan dari kerja sama ITSAP adalah untuk membantu pemerintah Indonesia guna mengatur dan mempromosikan keselamatan transportasi yang sesuai dengan standar-standar internasional dan praktek-praktek manajemen keselamatan. Hasil yang ingin dicapai dari paket bantuan tersebut adalah untuk meningkatkan keselamatan transportasi Indonesia," jelas Mangindaan.

Penandatangan MoU dan annex-nya oleh Menteri Perhubungan dan Menteri Infrastruktur dan Transportasi Australia tersebut disaksikan oleh jajaran pejabat Kementerian Perhubungan kedua negara beserta pejabat dari Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar Australia di Jakarta. Penandatanganan tersebut dilakukan pada saat kunjungan ke-4 Menteri Infrastruktur dan Transportasi Australia ke Indonesia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Indonesia- Prancis Teken...
Indonesia- Prancis Teken Kerjasama Pertahanan termasuk Caesar dan Amunisi buatan KNDS France
Bilateral Menteri Keuangan...
Bilateral Menteri Keuangan RI-AS
Pentingnya Membangun...
Pentingnya Membangun Pemahaman Kerjasama Bilateral Indonesia-China
Indonesia-India Teken...
Indonesia-India Teken Kerjasama Keselamatan dan Keamanan Maritim
Indonesia–Swiss Teken...
Indonesia–Swiss Teken Mou Kerjasama Penanggulangan Bencana
Inggris-Indonesia Sepakat...
Inggris-Indonesia Sepakat Perpanjang Kemitraan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Berita Terkini
Mengenang Rachmat Gobel,...
Mengenang Rachmat Gobel, Zulkifli Hasan: Indonesia Kehilangan Sosok Pejuang
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Berkilau...
Harga Emas Antam Berkilau Sambut Akhir Pekan, Naik Rp17 Ribu jadi Rp2.650.000/Gram
2 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Merayap Naik ke 5.936, Transaksi Awal Cetak Rp629 M
3 jam yang lalu
Daftar 7 Negara OPEC+...
Daftar 7 Negara OPEC+ yang Buka Keran Minyak, Intip Angkanya
4 jam yang lalu
Dunia Tak Lagi Takut...
Dunia Tak Lagi Takut Ancaman Gejolak Selat Hormuz imbas Perang AS-Iran, Apa Rahasianya?
5 jam yang lalu
Kapal Tanker Pertamina...
Kapal Tanker Pertamina Pride Berhasil Lintasi Selat Hormuz, Komitmen Jaga Pasokan Energi Nasional
14 jam yang lalu
Infografis
Gen Z Kelompok Paling...
Gen Z Kelompok Paling Rentan, 52% Pekerja Alami Kelelahan Kerja Kronis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved