Anggaran bangun rumah swadaya di Papua Rp150 M
Selasa, 11 Desember 2012 - 14:36 WIB
Anggaran bangun rumah swadaya di Papua Rp150 M
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) pada tahun depan telah menyiapkan dana dari Anggaran dan Pendapatan Belanja (APBN) 2013 sebesar Rp150 miliar untuk pembangunan 5.000 unit rumah di Provinsi Papua dan Papua Barat melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Deputi Bidang Perumahan Swadaya Kemenpera Jamil Anshari mengatakan, target pemberian bantuan stimulus melalui program BSPS di kedua provinsi tersebut memang menurun dibandingkan rencana tahun ini yang mencapai 9.000 unit rumah. Namun, dibandingkan alokasi dana Pembangunan Baru Rumah swadaya untuk rusak berat terdapat kenaikan dari Rp11 juta tahun ini menjadi Rp30 juta per unitnya pada tahun depan.
"Kenaikan alokasi dana rumah swadaya per unit ini berdasarkan evaluasi yang dilakukan pemerintah sebelumnya, tenaga kerjanya yang membangun juga harus dihitung juga," kata Jamil di Jakarta, Selasa (11/12/2012).
Dia mengakui, serapan target pemberian bantuan stimulus melalui program BSPS di Provinsi Papua dan Papua Barat belum maksimal pada tahun ini. Pasalnya, hingga saat ini baru 3.000 unit rumah dari target pemberian stimulus rumah swadaya sebanyak 9.000 unit rumah hingga akhir 2012.
"Hal ini terjadi karena banyaknya perhitungan pembiayaan di Provinsi Papua dan Papua Barat karena tingginya biaya perbaikan rumah dikedua wilayah tersebut menyebabkan serapan tidak maksimal," ujarnya.
Selain di Provinsi Papua dan Papua Barat, pemerintah juga akan fokus memberikan bantuan stimulus melalui program BSPS di wilayah Indonesia Bagian Timur, seperti Maluku dan Nusa Tenggara. Kegiatan BSPS ini sendiri terbagi menjadi dua, yaitu Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya sebesar Rp7,5 juta dan Pembangunan Baru Rumah Swadaya sebesar Rp15 juta.
"Tahun depan kita menargetkan dapat menyerap 180.000 unit rumah swadaya dengan anggaran Rp1,65 triliun, yang terdiri dari 160.000 unit peningkatan kualitas dan 20.000 unit rumah pembangunan baru," bebernya.
Deputi Bidang Perumahan Swadaya Kemenpera Jamil Anshari mengatakan, target pemberian bantuan stimulus melalui program BSPS di kedua provinsi tersebut memang menurun dibandingkan rencana tahun ini yang mencapai 9.000 unit rumah. Namun, dibandingkan alokasi dana Pembangunan Baru Rumah swadaya untuk rusak berat terdapat kenaikan dari Rp11 juta tahun ini menjadi Rp30 juta per unitnya pada tahun depan.
"Kenaikan alokasi dana rumah swadaya per unit ini berdasarkan evaluasi yang dilakukan pemerintah sebelumnya, tenaga kerjanya yang membangun juga harus dihitung juga," kata Jamil di Jakarta, Selasa (11/12/2012).
Dia mengakui, serapan target pemberian bantuan stimulus melalui program BSPS di Provinsi Papua dan Papua Barat belum maksimal pada tahun ini. Pasalnya, hingga saat ini baru 3.000 unit rumah dari target pemberian stimulus rumah swadaya sebanyak 9.000 unit rumah hingga akhir 2012.
"Hal ini terjadi karena banyaknya perhitungan pembiayaan di Provinsi Papua dan Papua Barat karena tingginya biaya perbaikan rumah dikedua wilayah tersebut menyebabkan serapan tidak maksimal," ujarnya.
Selain di Provinsi Papua dan Papua Barat, pemerintah juga akan fokus memberikan bantuan stimulus melalui program BSPS di wilayah Indonesia Bagian Timur, seperti Maluku dan Nusa Tenggara. Kegiatan BSPS ini sendiri terbagi menjadi dua, yaitu Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya sebesar Rp7,5 juta dan Pembangunan Baru Rumah Swadaya sebesar Rp15 juta.
"Tahun depan kita menargetkan dapat menyerap 180.000 unit rumah swadaya dengan anggaran Rp1,65 triliun, yang terdiri dari 160.000 unit peningkatan kualitas dan 20.000 unit rumah pembangunan baru," bebernya.
(rna)
Lihat Juga :