Peran pemerintah dalam MP3EI dinilai masih minim
Selasa, 11 Desember 2012 - 18:33 WIB
Peran pemerintah dalam MP3EI dinilai masih minim
A
A
A
Sindonews.com - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menilai peranan pemerintah dalam pengembangan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) masih amat minim akibat tidak memadainya dana yang dianggarkan pemerintah di APBN untuk MP3EI ini.
"Groundbreaking proyek pada umumnya merupakan investasi sektor swasta murni. Kebutuhan infrastruktur yang diperlukan terbengkalai karena kekurangan anggaran di APBN," tutur Ketua Umum Kadin, Suryo Bambang Sulistio dalam Proyeksi Ekonomi 2013 di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (11/12/2012).
Karena itu, pihaknya mendorong pemerintah untuk mengalokasikan anggaran yang lebih besar guna pengembangan MP3EI sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah terhadap program ini.
"Perlu komitmen riil dari pemerintah sendiri sebelum mendapat komitmen dari pihak swasta. Sumber daya finansial APBN yang dimiliki pemerintah diharapkan dapat didedikasikan untuk pembangunan ekonomi secara efisien," ujar Suryo.
Sebagai catatan, realisasi proyek dalam kerangka tahun 2011 dan 2012 lebih banyak merupakan inisiatif swasta dan investasi asing, yang berkembang otomatis karena pasar, investasi spontan dari swasta, dan momentum ekonomi yang baik.
"Groundbreaking proyek pada umumnya merupakan investasi sektor swasta murni. Kebutuhan infrastruktur yang diperlukan terbengkalai karena kekurangan anggaran di APBN," tutur Ketua Umum Kadin, Suryo Bambang Sulistio dalam Proyeksi Ekonomi 2013 di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (11/12/2012).
Karena itu, pihaknya mendorong pemerintah untuk mengalokasikan anggaran yang lebih besar guna pengembangan MP3EI sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah terhadap program ini.
"Perlu komitmen riil dari pemerintah sendiri sebelum mendapat komitmen dari pihak swasta. Sumber daya finansial APBN yang dimiliki pemerintah diharapkan dapat didedikasikan untuk pembangunan ekonomi secara efisien," ujar Suryo.
Sebagai catatan, realisasi proyek dalam kerangka tahun 2011 dan 2012 lebih banyak merupakan inisiatif swasta dan investasi asing, yang berkembang otomatis karena pasar, investasi spontan dari swasta, dan momentum ekonomi yang baik.
(gpr)