Kadin optimis ekonomi RI 2013 tumbuh 6,4%
Selasa, 11 Desember 2012 - 18:43 WIB
Kadin optimis ekonomi RI 2013 tumbuh 6,4%
A
A
A
Sindonews.com - Menurut proyeksi Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), ekonomi Indonesia akan tumbuh sebesar 6,4 persen pada 2013 mendatang meski banyak permasalahan ekonomi yang belum terselesaikan.
"Perkiraan Kadin pada 2013 ekonomi Indonesia masih akan bertumbuh di kisaran 6,4 persen," kata Ketua Umum Kadin, Suryo Bambang Sulistio dalam Proyeksi Ekonomi 2013 di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (11/12/2012).
Menurut Suryo, tumpuan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap pada sektor konsumsi, didukung oleh kegiatan investasi yang cukup berkembang sampai saat ini. Adapun, kegiatan ekspor masih berada di bawah kinerja yang sebenarnya.
Selain itu, pihaknya memprediksi tingkat penganggguran terbuka tidak mengalami penurunan yang signifikan dan tetap tergolong paling tinggi di ASEAN. Bahkan, tingkat pengangguran terselubung justru meningkat sehingga menurunkan kualitas pertumbuhan ekonomi itu sendiri.
Sektor industri juga diperkirakan akan cenderung melempar tenaga kerja ke sektor informal karena tekanan impor produk dari China dan situasi perburuhan yang cenderung mematikan industri padat karya.
"Perkiraan Kadin pada 2013 ekonomi Indonesia masih akan bertumbuh di kisaran 6,4 persen," kata Ketua Umum Kadin, Suryo Bambang Sulistio dalam Proyeksi Ekonomi 2013 di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (11/12/2012).
Menurut Suryo, tumpuan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap pada sektor konsumsi, didukung oleh kegiatan investasi yang cukup berkembang sampai saat ini. Adapun, kegiatan ekspor masih berada di bawah kinerja yang sebenarnya.
Selain itu, pihaknya memprediksi tingkat penganggguran terbuka tidak mengalami penurunan yang signifikan dan tetap tergolong paling tinggi di ASEAN. Bahkan, tingkat pengangguran terselubung justru meningkat sehingga menurunkan kualitas pertumbuhan ekonomi itu sendiri.
Sektor industri juga diperkirakan akan cenderung melempar tenaga kerja ke sektor informal karena tekanan impor produk dari China dan situasi perburuhan yang cenderung mematikan industri padat karya.
(gpr)
Lihat Juga :