Dukung penjualan, Trisula akan gandeng brand baru
Selasa, 11 Desember 2012 - 19:09 WIB
Dukung penjualan, Trisula akan gandeng brand baru
A
A
A
Sindonews.com - Terkait dengan rencana kerja 2013, PT Trisula Internasional Tbk (TRIS) menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 15 persen dari perolehan tahun ini. Langkah tersebut akan didukung beberapa hal, salah satunya adalah pengadaan brand baru yang akan masuk sebagai portfolio perusahaan.
Direktur Utama Perseroan, Lisa Tjahjadi menjelaskan, perseroan akan menggandeng brand baru di awal tahun depan. “Saat ini sedang kita lakukan pendekatan, dan mudah-mudahan di kuartal pertama 2013 sudah bisa direalisasikan,” ujar dia di Bebek Bengil Resto, Jakarta, Selasa (11/12/2012).
Adapun untuk kepentingan penambahan brand baru tersebut, Perseroan telah menyiapkan investasi sekitar Rp15-20 miliar. “Ini dana dari IPO yang kita gelar belum lama ini. Perseroan saat ini juga masih mengantongi fasiltas pinjaman bank senilai Rp15 miliar. “Tetapi masih sedikit yang terpakai,” sambung dia.
Hingga September 2012, penjualan Perseroan tercatat sebesar Rp403 miliar, tumbuh 14 persen dari periode yang sama di tahun 2011. Kenaikan ini diiringi dengan pencatatan laba bersih sebesar Rp21,6 miliar di periode yang sama, atau peningkatan sebesar 41 persen dari periode yang sama tahun 2011.
Sementara, hingga akhir tahun ini, Perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan meningkat sebesar 18 persen dan mengharapkan kenaikan laba bersih lebih dari 41 persen. "Adapun segmen ritel masih akan mendominasi penjualan tersebut. Ritel masih penyumbang terbesar kira-kria 79 persen,” tandasnya.
Direktur Utama Perseroan, Lisa Tjahjadi menjelaskan, perseroan akan menggandeng brand baru di awal tahun depan. “Saat ini sedang kita lakukan pendekatan, dan mudah-mudahan di kuartal pertama 2013 sudah bisa direalisasikan,” ujar dia di Bebek Bengil Resto, Jakarta, Selasa (11/12/2012).
Adapun untuk kepentingan penambahan brand baru tersebut, Perseroan telah menyiapkan investasi sekitar Rp15-20 miliar. “Ini dana dari IPO yang kita gelar belum lama ini. Perseroan saat ini juga masih mengantongi fasiltas pinjaman bank senilai Rp15 miliar. “Tetapi masih sedikit yang terpakai,” sambung dia.
Hingga September 2012, penjualan Perseroan tercatat sebesar Rp403 miliar, tumbuh 14 persen dari periode yang sama di tahun 2011. Kenaikan ini diiringi dengan pencatatan laba bersih sebesar Rp21,6 miliar di periode yang sama, atau peningkatan sebesar 41 persen dari periode yang sama tahun 2011.
Sementara, hingga akhir tahun ini, Perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan meningkat sebesar 18 persen dan mengharapkan kenaikan laba bersih lebih dari 41 persen. "Adapun segmen ritel masih akan mendominasi penjualan tersebut. Ritel masih penyumbang terbesar kira-kria 79 persen,” tandasnya.
(gpr)
Lihat Juga :