Tambah armada kapal, Pertamina hemat Rp800 M
Rabu, 12 Desember 2012 - 16:57 WIB
Tambah armada kapal, Pertamina hemat Rp800 M
A
A
A
Sindonews.com - PT Pertamina (persero) menargetkan penghematan per tahun hingga Rp800 miliar dari biaya transportasi yang totalnya mencapai Rp9 triliun dengan bertambahnya armada perkapalan mereka.
"Target saving Rp800 miliar, dari biaya transportasi Pertamina Rp9 triliun 2012," jelas VP Commercial & Development Shipping Pertamina, Subagjo Hari Moeljanto dalam Workshop di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (12/12/2012).
Hari memaparkan, dari 187 kapal yang digunakan untuk operasional kegiatan Pertamina, 52 kapal di antaranya telah dimiliki sendiri oleh Pertamina.
Selain itu, kedepan Pertamina secara bertahap akan meningkatkan porsi kepemilikan armada kapal untuk operasionalnya hingga 50 persen, atau sekitar 93 kapal. "Tahun 2012 kita tambah 13 kapal, 2013 enam kapal, 2014 empat kapal, dan 2015 tiga kapal," ungkapnya.
Sebagai catatan, Pertamina telah memperkuat armada perkapalannya dengan diresmikannya pengoperasian tiga unit kapal tanker (KAKAP, MEDITRAN, GAMKONORA) senilai USD78,8 juta beberapa waktu lalu. Langkah ini diambil dalam rangka menjamin penguasaan rantai pasokan bisnis migas.
"Target saving Rp800 miliar, dari biaya transportasi Pertamina Rp9 triliun 2012," jelas VP Commercial & Development Shipping Pertamina, Subagjo Hari Moeljanto dalam Workshop di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (12/12/2012).
Hari memaparkan, dari 187 kapal yang digunakan untuk operasional kegiatan Pertamina, 52 kapal di antaranya telah dimiliki sendiri oleh Pertamina.
Selain itu, kedepan Pertamina secara bertahap akan meningkatkan porsi kepemilikan armada kapal untuk operasionalnya hingga 50 persen, atau sekitar 93 kapal. "Tahun 2012 kita tambah 13 kapal, 2013 enam kapal, 2014 empat kapal, dan 2015 tiga kapal," ungkapnya.
Sebagai catatan, Pertamina telah memperkuat armada perkapalannya dengan diresmikannya pengoperasian tiga unit kapal tanker (KAKAP, MEDITRAN, GAMKONORA) senilai USD78,8 juta beberapa waktu lalu. Langkah ini diambil dalam rangka menjamin penguasaan rantai pasokan bisnis migas.
(gpr)
Lihat Juga :