Pertamina incar 80% pasar petrokimia domestik
Rabu, 12 Desember 2012 - 17:05 WIB
Pertamina incar 80% pasar petrokimia domestik
A
A
A
Sindonews.com - PT Pertamina (Persero) mengincar pangsa pasar petrokimia domestik hingga 80 persen pada 2025. Hal ini diyakini dapat tercapai melalui kerja sama dengan perusahaan-perusahaan nasional dan multinasional.
Untuk mewujudkan rencana tersebut, perusahaan minyak dan gas (migas) pelat merah tersebut telah menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan tiga perusahaan petrokimia multinasional, yaitu SK Global Chemical, PTT Global Chemical dan Mitsubishi Corporation, yang merupakan perusahaan petrokimia terkemuka di kawasan Asia.
"Dalam kerja sama ini, Pertamina menetapkan kepemilikan saham minimal dalam perusahaan patungan sebesar 51 persen. Pertamina mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah dan kami berkomitmen tinggi untuk merealisasikan proyek ini sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah untuk mengurangi ketergantungan industri nasional terhadap impor petrokimia," papar Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (12/12/2012).
Pada tahap awal, Pertamina akan merealisasikan proyek pembangunan Naphta Cracker dengan kapasitas 1 juta ton per tahun dengan hasil produksi berbagai macam produk petrokimia unggulan. Proyek tersebut diperkirakan memerlukan investasi sekitar USD5 miliar.
Dalam empat bulan sejak ditandatanganinya MoU, Pertamina akan menetapkan salah satu diantara ketiga perusahaan yang memenuhi kriteria, terutama kemampuan dan kekuatan di bidang teknologi, jaringan bisnis, dan finansial, sebagai mitra usaha patungan untuk pembangunan Naphta Cracker.
Kilang Naphta Cracker ini ditargetkan dapat beroperasi pada tahun 2017, dengan produksi Ethylene 250 ribu ton/tahun, Polyethylene 400 ribu ton/tahun, Polypropylene 350 ribu ton/tahun, PVC 200 ribu ton/tahun.
Untuk mewujudkan rencana tersebut, perusahaan minyak dan gas (migas) pelat merah tersebut telah menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan tiga perusahaan petrokimia multinasional, yaitu SK Global Chemical, PTT Global Chemical dan Mitsubishi Corporation, yang merupakan perusahaan petrokimia terkemuka di kawasan Asia.
"Dalam kerja sama ini, Pertamina menetapkan kepemilikan saham minimal dalam perusahaan patungan sebesar 51 persen. Pertamina mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah dan kami berkomitmen tinggi untuk merealisasikan proyek ini sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah untuk mengurangi ketergantungan industri nasional terhadap impor petrokimia," papar Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (12/12/2012).
Pada tahap awal, Pertamina akan merealisasikan proyek pembangunan Naphta Cracker dengan kapasitas 1 juta ton per tahun dengan hasil produksi berbagai macam produk petrokimia unggulan. Proyek tersebut diperkirakan memerlukan investasi sekitar USD5 miliar.
Dalam empat bulan sejak ditandatanganinya MoU, Pertamina akan menetapkan salah satu diantara ketiga perusahaan yang memenuhi kriteria, terutama kemampuan dan kekuatan di bidang teknologi, jaringan bisnis, dan finansial, sebagai mitra usaha patungan untuk pembangunan Naphta Cracker.
Kilang Naphta Cracker ini ditargetkan dapat beroperasi pada tahun 2017, dengan produksi Ethylene 250 ribu ton/tahun, Polyethylene 400 ribu ton/tahun, Polypropylene 350 ribu ton/tahun, PVC 200 ribu ton/tahun.
(rna)
Lihat Juga :