Pertamina segera realisasikan proyek Naphta Craker
Rabu, 12 Desember 2012 - 17:21 WIB
Pertamina segera realisasikan proyek Naphta Craker
A
A
A
Sindonews.com - Saat ini, impor produk petrokimia ditaksir mencapai sekitar USD5 miliar per tahun. Adapun, Pertamina sejauh ini baru memasok sekitar 10 persen dari total kebutuhan petrokimia nasional.
Karena itu, Pertamina akan segera merealisasikan proyek pembangunan Naphta Cracker dengan kapasitas 1 juta ton per tahun dengan hasil produksi berbagai macam produk petrokimia unggulan. Bila Naphta Cracker telah beroperasi, Pertamina memperkirakan 30 persen pasar domestik bisa dikuasai pada lima tahun mendatang.
"Setelah Naphta Cracker tersebut terbangun, kami menargetkan untuk dapat menguasai 30 persen pangsa pasar pada 2017, di mana pada saat itu pasar petrokimia nasional diperkirakan akan mencapai USD30 miliar," ujar Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya dalam rilisnya di Jakarta, Rabu (12/12/2012).
Hanung juga mengungkapkan, Pertamina mengincar pangsa pasar petrokimia domestik hingga 80 persen pada 2025 mendatang. "Pada tahap selanjutnya Pertamina menargetkan penguasaan pasar petrokimia menjadi 80% pada 2025," sambungnya.
Pihaknya optimistis target ini bisa dicapai mengingat amat kayanya bumi Indonesia ditambah faktor-faktor pendukung lainnya.
"Dengan dukungan bahan baku yang bersumber dari alam Indonesia, kapasitas Pertamina selaku pemilik aset kilang terbesar di Asia Tenggara, serta kerjasama dengan mitra terbaik, kami yakin target tersebut dapat tercapai," tandas Hanung.
Karena itu, Pertamina akan segera merealisasikan proyek pembangunan Naphta Cracker dengan kapasitas 1 juta ton per tahun dengan hasil produksi berbagai macam produk petrokimia unggulan. Bila Naphta Cracker telah beroperasi, Pertamina memperkirakan 30 persen pasar domestik bisa dikuasai pada lima tahun mendatang.
"Setelah Naphta Cracker tersebut terbangun, kami menargetkan untuk dapat menguasai 30 persen pangsa pasar pada 2017, di mana pada saat itu pasar petrokimia nasional diperkirakan akan mencapai USD30 miliar," ujar Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya dalam rilisnya di Jakarta, Rabu (12/12/2012).
Hanung juga mengungkapkan, Pertamina mengincar pangsa pasar petrokimia domestik hingga 80 persen pada 2025 mendatang. "Pada tahap selanjutnya Pertamina menargetkan penguasaan pasar petrokimia menjadi 80% pada 2025," sambungnya.
Pihaknya optimistis target ini bisa dicapai mengingat amat kayanya bumi Indonesia ditambah faktor-faktor pendukung lainnya.
"Dengan dukungan bahan baku yang bersumber dari alam Indonesia, kapasitas Pertamina selaku pemilik aset kilang terbesar di Asia Tenggara, serta kerjasama dengan mitra terbaik, kami yakin target tersebut dapat tercapai," tandas Hanung.
(rna)
Lihat Juga :