Elpiji 12 kg naik, pukul UKM makanan siap saji
Kamis, 13 Desember 2012 - 10:50 WIB
Elpiji 12 kg naik, pukul UKM makanan siap saji
A
A
A
Sindonews.com - Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (GAPMMI) mengungkapkan, kenaikan harga elpiji 12 kilogram (kg) yang akan terjadi pada pertengahan tahun 2013 mendatang bakal memukul industri makanan siap saji berskala kecil dan menengah.
"Kita sangat khawatir dampaknya terhadap industri kecil, terutama untuk makanan siap saji," jelas Ketua Umum GAPMMI Adhi Siswaja Lukman ketika dihubungi Sindonews di Jakarta, Kamis (13/12/2012).
Adapun, bagi industri makanan dan minuman berskala besar, tambah Adhi, kenaikan harga elpiji 12 kg tidak akan berdampak. Pasalnya, sebagian besar industri skala besar menggunakan gas dari pipa. Sedangkan, sebagian besar UKM makanan dan minuman menggunakan elpiji 12 kg.
"Elpiji 12 kg itu yang pakai UKM, mereka paling besar penggunaannya. Industri besar jarang pakai, biasanya sudah pakai pipa gas," ujar dia.
Pihaknya mengaku belum dapat memperkirakan kenaikan biaya produksi makanan dan minuman yang ditanggung UKM bila rencana kenaikan harga elpiji 12 kg benar-benar dilaksanakan. "Belum tahu karena komponen biayanya banyak," lanjut Adhi.
Demi menjaga daya saing UKM makanan dan minuman, dia meminta pemerintah memberikan insentif agar biaya produksi tidak menjadi terlalu tinggi ketika terjadi kenaikan harga elpiji nonsubsidi tersebut. "Ini perlu dicarikan alternatif, misalnya insentif," ujar Adhi.
"Kita sangat khawatir dampaknya terhadap industri kecil, terutama untuk makanan siap saji," jelas Ketua Umum GAPMMI Adhi Siswaja Lukman ketika dihubungi Sindonews di Jakarta, Kamis (13/12/2012).
Adapun, bagi industri makanan dan minuman berskala besar, tambah Adhi, kenaikan harga elpiji 12 kg tidak akan berdampak. Pasalnya, sebagian besar industri skala besar menggunakan gas dari pipa. Sedangkan, sebagian besar UKM makanan dan minuman menggunakan elpiji 12 kg.
"Elpiji 12 kg itu yang pakai UKM, mereka paling besar penggunaannya. Industri besar jarang pakai, biasanya sudah pakai pipa gas," ujar dia.
Pihaknya mengaku belum dapat memperkirakan kenaikan biaya produksi makanan dan minuman yang ditanggung UKM bila rencana kenaikan harga elpiji 12 kg benar-benar dilaksanakan. "Belum tahu karena komponen biayanya banyak," lanjut Adhi.
Demi menjaga daya saing UKM makanan dan minuman, dia meminta pemerintah memberikan insentif agar biaya produksi tidak menjadi terlalu tinggi ketika terjadi kenaikan harga elpiji nonsubsidi tersebut. "Ini perlu dicarikan alternatif, misalnya insentif," ujar Adhi.
(rna)
Lihat Juga :