2013, PHE garap 21 sumur produksi
Minggu, 16 Desember 2012 - 10:20 WIB
2013, PHE garap 21 sumur produksi
A
A
A
Sindonews.com - PT Pertamina Hulu Energi PHE West Madura Offshore (PHE WMO) berencana melakukan pengeboran 21 sumur produksi dan sembilan sumur eksplorasi pada tahun 2013.
"Tahun 2013 kita menargetkan mengebor 21 sumur produksi agar produksi PHE WMO bisa segera ditingkatkan dari 9.000 barel menjadi kisaran 20.000 bph dan gas dari 110 mmscfd menjadi 140 mmscfd dan mengebor sembilan sumur eksplorasi untuk meningkatkan cadangan minyak dan gas,” kata GM PHE WMO Imron Asjhari dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (14/12/2012).
Imron menambahkan, dari 21 sumur produksi yang dibor itu, PHE WMO berharap bisa meningkatkan produksi minyak dari kisaran 9.000 barel per hari (bph) dan gas 120 juta standar metrik kaki kubik per hari (mmscfd) menjadi minyak diatas 20.000 bph dan gas 140 mmscfd pada akhir tahun 2013.
“Dari pengeboran 27 sumur produksi itu diharapkan ada tambahan produksi minyak sebesar 9.000 hingga 21.000 bph. Namun, karena declaining rate di Blok WMO rata-rata mencapai 50 persen, kita mematok rata-rata produksi dari Blok WMO pada kisaran 20,000 bph dan 140 mmscfd pada akhir tahun 2013,” imbuhnya.
Pada akhir tahun ini, lanjut dia, PHE WMO masih mengharapkan ada tambahan produksi dari pengeboran yang dilakukan di anjungan PHE-40 dan anjungan PHE 38B.
“Proses pengeboran sumur pertama dari anjungan PHE 40 dan anjungan PHE 38B diharapkan bisa mulai menghasilkan minyak pada tanggal 26 Desember mendatang,” tuturnya.
Seperti diketahui, setelah dilakukan studi 3 D (3 dimensi) seismik pada tahun 1999, diketahui Blok WMO punya kandungan migas yang bagus, sehingga pada tahun 2010 pernah menghasilkan produksi minyak 26.000 bph dan gas di atas 170 mmscfd.
"Tahun 2013 kita menargetkan mengebor 21 sumur produksi agar produksi PHE WMO bisa segera ditingkatkan dari 9.000 barel menjadi kisaran 20.000 bph dan gas dari 110 mmscfd menjadi 140 mmscfd dan mengebor sembilan sumur eksplorasi untuk meningkatkan cadangan minyak dan gas,” kata GM PHE WMO Imron Asjhari dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (14/12/2012).
Imron menambahkan, dari 21 sumur produksi yang dibor itu, PHE WMO berharap bisa meningkatkan produksi minyak dari kisaran 9.000 barel per hari (bph) dan gas 120 juta standar metrik kaki kubik per hari (mmscfd) menjadi minyak diatas 20.000 bph dan gas 140 mmscfd pada akhir tahun 2013.
“Dari pengeboran 27 sumur produksi itu diharapkan ada tambahan produksi minyak sebesar 9.000 hingga 21.000 bph. Namun, karena declaining rate di Blok WMO rata-rata mencapai 50 persen, kita mematok rata-rata produksi dari Blok WMO pada kisaran 20,000 bph dan 140 mmscfd pada akhir tahun 2013,” imbuhnya.
Pada akhir tahun ini, lanjut dia, PHE WMO masih mengharapkan ada tambahan produksi dari pengeboran yang dilakukan di anjungan PHE-40 dan anjungan PHE 38B.
“Proses pengeboran sumur pertama dari anjungan PHE 40 dan anjungan PHE 38B diharapkan bisa mulai menghasilkan minyak pada tanggal 26 Desember mendatang,” tuturnya.
Seperti diketahui, setelah dilakukan studi 3 D (3 dimensi) seismik pada tahun 1999, diketahui Blok WMO punya kandungan migas yang bagus, sehingga pada tahun 2010 pernah menghasilkan produksi minyak 26.000 bph dan gas di atas 170 mmscfd.
(rna)
Lihat Juga :