PU minta activity sharing Pemda
Rabu, 19 Desember 2012 - 16:37 WIB
PU minta activity sharing Pemda
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya terus mengembangkan ekonomi daerah melalui program Kawasan Srategis Kabupaten Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (KSK PNPM-PISEW).
Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PU Budi Yuwono mengatakan, tujuan PNPM PISEW adalah mempercepat pembangunan ekonomi masyarakat perdesaan yang berbasis sumber daya lokal untuk pengentasan kemiskinan. Program ini mengaplikasikan pengembangan kawasan berpotensi dan prospek dalam suatu kabupaten untuk peningkatan kegiatan ekonomi yang disebut Kawasan Strategis Kabupaten (KSK).
Pengembangan KSK diarahkan untuk meningkatkan kegiatan ekonomi lokal, melalui penyediaan infrastruktur sosial ekonomi. Pemerintah melalui PISEW memberikan stimulus melalui pembangunan atau perbaikan infrastruktur dasar sosial ekonomi.
“Infrastruktur yang dibangun meliputi tranportasi, pendukung produksi pertanian, pendukung pemasaran pertanian, air bersih dan sanitasi, pendidikan dan kesehatan,” kata Budi Yuwono dalam jumpa persnya di Jakarta, Rabu (19/12/2012).
Meskipun demikian, dia sempat menyinggung soal activity sharing (kegiatan berbagi). Menurut Budi, activity sharing saat ini masih dianggap beban oleh pemerintah daerah. Padahal, menurut Budi, dalam hal membangun desa, kecamatan dan kabupaten merupakan tugas yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah.
“Hal ini yang harus diluruskan, dimana pemerintah pusat hanya bertugas sebagai stimulan saja. Activity sharing ini bisa berupa pembiayaan melalui APBD kabupaten maupun provinsi yang diintegrasikan dengan program-program yang dibiayai oleh BLM,” tambah Budi.
Untuk menyukseskan hal tersebut, PU mengadakan Ekspo KSK PNPM-PISEW 2012 di Gedung Pendopo Kementerian PU. Ekspo selama dua hari tersebut, diikuti oleh 300 peserta dan 42 stand pemeran yang menyajikan komoditas unggulan KSK dari masing-masing kabupaten. Selain pameran, ekspo tersebut juga disertai dengan paparan, talkshow, lomba foto, forum bisnis dan penghargaan kepada kepala daerah.
"Kegiatan ekspo ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang konsepsi dan praktek pengembangan KSK guna mendorong dan meningkatkan pengembangan ekonomi lokal kepada khalayak, khususnya unsur pemerintah, pengusaha, akademisi dan masyarakat," tambahnya.
Selain itu, kata dia, kegiatan ini bertujuan juga untuk menambah wawasan dan meningkatkan kreativitas bagi pengelola KSK dalam pengembangan usaha komoditas unggulan. Budi berharap, ekspo KSK ini dapat mencapai tujuan dan sasaran serta dapat meningkatkan kesadaran dan apresiasi semua pemangku kepentingan untuk mendukung program pengembangan KSK.
Semua hal tersebut bermuara kepada pengentasan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. PNPM PISEW telah dimulai pada tahun 2008, sampai tahun 2012 ini telah menyasar 237 kecamatan, 32 kabupaten dan sembilan provinsi. Total anggaran yang telah dikucurkan sekitar Rp1,6 triliun dengan anggaran setiap kecamatan Rp1,5-2 miliar.
Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PU Budi Yuwono mengatakan, tujuan PNPM PISEW adalah mempercepat pembangunan ekonomi masyarakat perdesaan yang berbasis sumber daya lokal untuk pengentasan kemiskinan. Program ini mengaplikasikan pengembangan kawasan berpotensi dan prospek dalam suatu kabupaten untuk peningkatan kegiatan ekonomi yang disebut Kawasan Strategis Kabupaten (KSK).
Pengembangan KSK diarahkan untuk meningkatkan kegiatan ekonomi lokal, melalui penyediaan infrastruktur sosial ekonomi. Pemerintah melalui PISEW memberikan stimulus melalui pembangunan atau perbaikan infrastruktur dasar sosial ekonomi.
“Infrastruktur yang dibangun meliputi tranportasi, pendukung produksi pertanian, pendukung pemasaran pertanian, air bersih dan sanitasi, pendidikan dan kesehatan,” kata Budi Yuwono dalam jumpa persnya di Jakarta, Rabu (19/12/2012).
Meskipun demikian, dia sempat menyinggung soal activity sharing (kegiatan berbagi). Menurut Budi, activity sharing saat ini masih dianggap beban oleh pemerintah daerah. Padahal, menurut Budi, dalam hal membangun desa, kecamatan dan kabupaten merupakan tugas yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah.
“Hal ini yang harus diluruskan, dimana pemerintah pusat hanya bertugas sebagai stimulan saja. Activity sharing ini bisa berupa pembiayaan melalui APBD kabupaten maupun provinsi yang diintegrasikan dengan program-program yang dibiayai oleh BLM,” tambah Budi.
Untuk menyukseskan hal tersebut, PU mengadakan Ekspo KSK PNPM-PISEW 2012 di Gedung Pendopo Kementerian PU. Ekspo selama dua hari tersebut, diikuti oleh 300 peserta dan 42 stand pemeran yang menyajikan komoditas unggulan KSK dari masing-masing kabupaten. Selain pameran, ekspo tersebut juga disertai dengan paparan, talkshow, lomba foto, forum bisnis dan penghargaan kepada kepala daerah.
"Kegiatan ekspo ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang konsepsi dan praktek pengembangan KSK guna mendorong dan meningkatkan pengembangan ekonomi lokal kepada khalayak, khususnya unsur pemerintah, pengusaha, akademisi dan masyarakat," tambahnya.
Selain itu, kata dia, kegiatan ini bertujuan juga untuk menambah wawasan dan meningkatkan kreativitas bagi pengelola KSK dalam pengembangan usaha komoditas unggulan. Budi berharap, ekspo KSK ini dapat mencapai tujuan dan sasaran serta dapat meningkatkan kesadaran dan apresiasi semua pemangku kepentingan untuk mendukung program pengembangan KSK.
Semua hal tersebut bermuara kepada pengentasan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. PNPM PISEW telah dimulai pada tahun 2008, sampai tahun 2012 ini telah menyasar 237 kecamatan, 32 kabupaten dan sembilan provinsi. Total anggaran yang telah dikucurkan sekitar Rp1,6 triliun dengan anggaran setiap kecamatan Rp1,5-2 miliar.
(rna)
Lihat Juga :