Keuntungan produsen BlackBerry anjlok drastis
Jum'at, 21 Desember 2012 - 14:37 WIB
Keuntungan produsen BlackBerry anjlok drastis
A
A
A
Sindonews.com - Produsen Blackberry Research in Motion (RIM) mengalami kemerosotan keuntungan. Dalam kurun waktu tiga bulan hingga 1 Desember, RIM mencatatkan keuntungan bersih sebesar USD9 juta atau setara Rp86 miliar. Padahal, sepanjang tahun kemarin, RIM berhasil meraup laba USD265 juta.
Dilansir dari BBC, Jumat (21/12/2012), pelanggan layanan Blackberry di seluruh dunia juga mengalami penurunan menjadi 79 juta dari 80 juta pada kuartal itu.
Saat ini, RIM berharap dapat maraih laba lebih besar dengan sistem operasi terbaru. Salah satunya sistem operasi Blackberry 10 pada ponsel baru yang akan diluncurkan pada 30 Januari mendatang.
Dalam kurun waktu tiga bulan itu, pendapatan RIM mencapai USD2,7 miliar, atau turun 47 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu faktor penyebabnya, RIM terus bersaing dengan iPhone dan ponsel Android yang semakin populer dalam beberapa tahun terakhir.
Analis mengatakan, penurunan pendapatan RIM ini sudah diperkirakan sebelumnya. Namun menurunnya jumlah pelanggan dinilai sangat mengkhawatirkan.
"Metrik yang paling mengganggu adalah basis pelanggan mereka, yang saat ini di angka 79 juta, mereka benar-benar kehilangan pelanggan kuartal ini," kata analis riset di Eyercore Partners, Mark McKechnie.
"Sebelumnya, mereka bisa menutupi kerugian di AS dengan menarik pelanggan dari internasional, tapi kuartal ini tampaknya mereka tidak mampu lagi melakukan hal itu," tambahnya.
Dilansir dari BBC, Jumat (21/12/2012), pelanggan layanan Blackberry di seluruh dunia juga mengalami penurunan menjadi 79 juta dari 80 juta pada kuartal itu.
Saat ini, RIM berharap dapat maraih laba lebih besar dengan sistem operasi terbaru. Salah satunya sistem operasi Blackberry 10 pada ponsel baru yang akan diluncurkan pada 30 Januari mendatang.
Dalam kurun waktu tiga bulan itu, pendapatan RIM mencapai USD2,7 miliar, atau turun 47 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu faktor penyebabnya, RIM terus bersaing dengan iPhone dan ponsel Android yang semakin populer dalam beberapa tahun terakhir.
Analis mengatakan, penurunan pendapatan RIM ini sudah diperkirakan sebelumnya. Namun menurunnya jumlah pelanggan dinilai sangat mengkhawatirkan.
"Metrik yang paling mengganggu adalah basis pelanggan mereka, yang saat ini di angka 79 juta, mereka benar-benar kehilangan pelanggan kuartal ini," kata analis riset di Eyercore Partners, Mark McKechnie.
"Sebelumnya, mereka bisa menutupi kerugian di AS dengan menarik pelanggan dari internasional, tapi kuartal ini tampaknya mereka tidak mampu lagi melakukan hal itu," tambahnya.
(gpr)
Lihat Juga :