25% masyarakat RI belum teraliri energi

Senin, 24 Desember 2012 - 10:28 WIB
25% masyarakat RI belum...
25% masyarakat RI belum teraliri energi
A A A
Sindonews.com - Sebagai negara yang sedang berkembang, Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang meningkat secara konsisten, namun disisi lain masih terdapat 25 persen masyarakat Indonesia masih belum mendapatkan akses terhadap energi, khususnya listrik.

Kedua kondisi tersebut membutuhkan pasokan energi yang lebih tinggi, dimana kemajuan ekonomi harus diimbangi dengan penyediaan energi yang cukup serta penyaluran energi yang lebih baik dan luas dalam mengatasi permasalahan akses terhadap energi listrik.

“Tingginya laju konsumsi energi mengakibatkan ketimpangan antara laju pengurasan sumber daya energi fosil (minyak bumi, gas bumi dan batubara) dengan kecepatan untuk menemukan cadangan baru, sehingga diperkirakan dalam waktu yang tidak lama lagi cadangan energi fosil akan habis dan Indonesia akan sangat bergantung kepada energi impor," tutur Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Rudi Rubiandini dikutip dari situs ESDM, Senin (24/12/2012).

"Di sisi lain, energi terbarukan yang potensinya sangat besar, saat ini pemanfaatannya masih relatif kecil, dan pemanfaatan energi fosil masih mendominasi dari konsumsi energi nasional,” tambah Rudi.

Pemerintah telah melakukan upaya percepatan pengembangan energi baru dan terbarukan, untuk mengimbangi peningkatan kebutuhan pasokan energi di masa depan. Ditambah lagi dengan harga energi yang masih disubsidi terlalu besar, menyebabkan perilaku masyarakat Indonesia cenderung konsumtif dan boros terhadap penggunaan energi.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, menurut Rudi, perlu dilakukan langkah-langkah strategis, salah satunya gerakan atau program penghematan energi baik melalui perubahan perilaku maupun penggunaan teknologi yang hemat energi dan ramah lingkungan.

“Dalam jangka pendek, penghematan energi dilakukan sebagai upaya menekan beban subsidi, sedangkan untuk jangka panjang bertujuan memperkecil kesenjangan antara sisi permintaan dan penyediaan energi. Pertumbuhan permintaan energi yang tinggi tanpa diimbangi penyediaan yang cukup, hanya akan berujung pada terjadinya krisis energi,” ujarnya.

“Program penghematan energi merupakan tanggung jawab kita bersama yang mencakup seluruh tahap kegiatan pengelolaan energi, yaitu penyediaan energi, pengusahaan energi, pemanfaatan energi dan konservasi sumber daya energi,” imbuh Rudi.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sekolah dengan Teknologi...
Sekolah dengan Teknologi Energi Terbarukan di Tasmania
Transisi Me­nu­ju...
Transisi Me­nu­ju Era Energi Bersih Men­dekati Kenyataan
Pemerintah Evaluasi...
Pemerintah Evaluasi Kebijakan Penerapan Subsidi Energi
Pemerintah Masih Mengkaji...
Pemerintah Masih Mengkaji Skema Penyaluran Subsidi Energi
Keren, Sekam Padi yang...
Keren, Sekam Padi yang Selama Ini Terbuang Ternyata Bisa Jadi Sumber Listrik
Energi Nuklir Jadi Solusi...
Energi Nuklir Jadi Solusi Data Center yang Rakus Energi!
Berita Terkini
Menteri Dody Akui Mutasi...
Menteri Dody Akui Mutasi Pejabat PU, Tapi Tepis karena Bocornya Surat Perjalanan ke AS
30 menit yang lalu
Sering Kena Zonk & Trauma...
Sering Kena Zonk & Trauma Promo PHP Saat Belanja Online? Resep Ini Dijamin Bikin Happy
59 menit yang lalu
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
1 jam yang lalu
Mengulik Pemicu Fenomena...
Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
2 jam yang lalu
BCA Perkuat Platform...
BCA Perkuat Platform Digital, Transaksi Nasabah Melalui Kanal Digital Tembus 99,8%
2 jam yang lalu
Koperasi Boleh Kelola...
Koperasi Boleh Kelola Tambang, Menkop Ferry: Sebaiknya Bukan Kopdes Merah Putih
2 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved