Subsidi energi 2013 diproyeksi Rp272 T
Kamis, 27 Desember 2012 - 10:58 WIB
Subsidi energi 2013 diproyeksi Rp272 T
A
A
A
Sindonews.com - Pada tahun 2013, subsidi energi diproyeksikan turun menjadi sebesar Rp272,4 triliun. Terdiri dari subsidi BBM sebesar Rp193,8 triliun dan subsidi listrik sebesar Rp78,6 triliun.
Hal ini dengan mempertimbangkan bahwa pada tahun 2013 dilakukan penyesuaian Tarif Tenaga Listrik (TTL) sebesar 15 persen secara bertahap kecuali untuk golongan pelanggan 450) VA dan 900 VA.
Meski nilai subsidi energi mengalami kecenderungan meningkat, namun neraca sektor ESDM masih positif. Artinya penerimaan sektor ESDM masih lebih besar dibanding subsidi energi.
Dikutip dari situs resmi ESDM, Kamis (27/12/2012), pada tahun 2012, untuk subsidi energi sebesar Rp309,78 triliun, penerimaan sektor ESDM mencapai Rp415,2 triliun. Sedang pada 2013 diperkirakan dari subsidi energi sebesar Rp272,44 triliun, penerimaan sektor ESDM mencapai Rp403,36 triliun.
Pada tahun 2012 pasokan gas untuk domestik mengalami kenaikan yang berarti. Jika tahun 2011 alokasi gas untuk dalam negeri sebesar 3,267 Miliar British Thermal Unit Per Day (BBTUD), maka tahun 2012 meningkatkan menjadi 3,615 BBTUD. Tahun 2013, volumenya masih meningkat, diproyeksikan menjadi 4,020 BBTUD.
Sebelumnya, pada tahun 2012, sektor ESDM mencatatkan perkiraan realisasi penerimaan negara sebesar Rp415,20 triliun. Angka ini mencapai 103 persen dari target penerimaan pada APBN-P Tahun 2012 sebesar Rp404,68 triliun. Sedang dibanding dengan realisasi 2011 sebesar Rp387,97 triliun, angka tersebut mencapai 107 persen.
Sub sektor migas masih menjadi penyumbang terbesar yaitu sebesar Rp289 triliun (104 persen dari target APBN-P). Berikutnya adalah sub sektor pertambangan umum sebesar Rp123,59 triliun (98 persen terhadap target APBN-P), sub sektor panas bumi sebesar Rp0,74 triliun (212 persen dari target APBN-P) dan lainnya Rp1,87 triliun (235 persen dari target APBN-P).
Hal ini dengan mempertimbangkan bahwa pada tahun 2013 dilakukan penyesuaian Tarif Tenaga Listrik (TTL) sebesar 15 persen secara bertahap kecuali untuk golongan pelanggan 450) VA dan 900 VA.
Meski nilai subsidi energi mengalami kecenderungan meningkat, namun neraca sektor ESDM masih positif. Artinya penerimaan sektor ESDM masih lebih besar dibanding subsidi energi.
Dikutip dari situs resmi ESDM, Kamis (27/12/2012), pada tahun 2012, untuk subsidi energi sebesar Rp309,78 triliun, penerimaan sektor ESDM mencapai Rp415,2 triliun. Sedang pada 2013 diperkirakan dari subsidi energi sebesar Rp272,44 triliun, penerimaan sektor ESDM mencapai Rp403,36 triliun.
Pada tahun 2012 pasokan gas untuk domestik mengalami kenaikan yang berarti. Jika tahun 2011 alokasi gas untuk dalam negeri sebesar 3,267 Miliar British Thermal Unit Per Day (BBTUD), maka tahun 2012 meningkatkan menjadi 3,615 BBTUD. Tahun 2013, volumenya masih meningkat, diproyeksikan menjadi 4,020 BBTUD.
Sebelumnya, pada tahun 2012, sektor ESDM mencatatkan perkiraan realisasi penerimaan negara sebesar Rp415,20 triliun. Angka ini mencapai 103 persen dari target penerimaan pada APBN-P Tahun 2012 sebesar Rp404,68 triliun. Sedang dibanding dengan realisasi 2011 sebesar Rp387,97 triliun, angka tersebut mencapai 107 persen.
Sub sektor migas masih menjadi penyumbang terbesar yaitu sebesar Rp289 triliun (104 persen dari target APBN-P). Berikutnya adalah sub sektor pertambangan umum sebesar Rp123,59 triliun (98 persen terhadap target APBN-P), sub sektor panas bumi sebesar Rp0,74 triliun (212 persen dari target APBN-P) dan lainnya Rp1,87 triliun (235 persen dari target APBN-P).
(gpr)
Lihat Juga :