Perekonomian domestik jadi fokus pemerintah di 2013
Kamis, 27 Desember 2012 - 11:21 WIB
Perekonomian domestik jadi fokus pemerintah di 2013
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Menteri Keuangan II Mahendra Siregar mengungkapkan, perekonomian dalam negeri sebagai motor pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu perhatian utama pemerintah tahun depan.
Kekuatan ekonomi dalam negeri diperkirakan akan meningkat pada tahun depan, seiring dengan peningkatan intensitas perdagangan, baik barang dan jasa. "Perdagangan dalam negeri intensitas dari arus barang dan jasa, mobilitasnya akan meningkat sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dalam negeri ini juga yang harus kita perhatikan," ujar Mahendra dikutip dari situs Kementerian Keuangan, Kamis (27/12/2012).
Ia menambahkan, respons yang lebih fokus dalam mengelola ekonomi dalam negeri harus dapat dimaksimalkan. "Bahwa perkembangan tadi tidak bisa dilihat secara netral dan tidak ada pemrioritasan, jadi di dalam negeri ini yang sekarang menjadi motor pertumbuhan memang harus direspons dengan lebih fokus," tandasnya.
Fokus yang dapat dilakukan, lanjutnya, misalnya dengan memberikan kemudahan-kemudahan dalam melakukan kegiatan ekonomi di dalam negeri. Kemudahan tersebut tidak hanya diberikan kepada para investor luar negeri, tapi juga pada para masyarakat yang mendorong tumbuhnya ekonomi dalam negeri tersebut.
Namun demikian, meski perekonomian domestik Indonesia sangan kuat saat ini, antisipasi akan dampak krisis keuangan global juga tidak dapat dikesampingkan. Hal ini dikarenakan Indonesia sebagai bagian dari dunia internasional turut berpartisipasi dalam pemulihannya.
"Sedangkan yang dalam kondisi global yang masih berat kita harus melihatnya secara ekstra lah, misalnya menerobos pasar lain, dan lain-lain," tuturnya.
Kekuatan ekonomi dalam negeri diperkirakan akan meningkat pada tahun depan, seiring dengan peningkatan intensitas perdagangan, baik barang dan jasa. "Perdagangan dalam negeri intensitas dari arus barang dan jasa, mobilitasnya akan meningkat sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dalam negeri ini juga yang harus kita perhatikan," ujar Mahendra dikutip dari situs Kementerian Keuangan, Kamis (27/12/2012).
Ia menambahkan, respons yang lebih fokus dalam mengelola ekonomi dalam negeri harus dapat dimaksimalkan. "Bahwa perkembangan tadi tidak bisa dilihat secara netral dan tidak ada pemrioritasan, jadi di dalam negeri ini yang sekarang menjadi motor pertumbuhan memang harus direspons dengan lebih fokus," tandasnya.
Fokus yang dapat dilakukan, lanjutnya, misalnya dengan memberikan kemudahan-kemudahan dalam melakukan kegiatan ekonomi di dalam negeri. Kemudahan tersebut tidak hanya diberikan kepada para investor luar negeri, tapi juga pada para masyarakat yang mendorong tumbuhnya ekonomi dalam negeri tersebut.
Namun demikian, meski perekonomian domestik Indonesia sangan kuat saat ini, antisipasi akan dampak krisis keuangan global juga tidak dapat dikesampingkan. Hal ini dikarenakan Indonesia sebagai bagian dari dunia internasional turut berpartisipasi dalam pemulihannya.
"Sedangkan yang dalam kondisi global yang masih berat kita harus melihatnya secara ekstra lah, misalnya menerobos pasar lain, dan lain-lain," tuturnya.
(gpr)
Lihat Juga :