BEI nilai kenaikan biaya royalti wajar

Minggu, 06 Januari 2013 - 20:01 WIB
BEI nilai kenaikan biaya...
BEI nilai kenaikan biaya royalti wajar
A A A
Sindonews.com - Harga saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menurun semenjak manajemen mengumumkan bahwa ada perjanjian baru dengan sang induk, Unilever NV di Netherlands berupa kenaikan royalti dari 3,5 persen menjadi 8 persen hingga 2015.

Selain itu, ada PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) yang pasca pengumuman kenaikan biaya royalti berefek buruk ke saham emiten semen ini, sehingga harga saham SMCB langsung anjlok.

Kenaikan nilai royalti yang harus dibayar Holcim Indonesia dari 0,7 persen menjadi 4 persen pada 2013, dan 5 persen pada tahun-tahun berikutnya. Royalti tersebut dikenakan dari pendapatan bersih perseroan

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Hoesen menilai, rencana menaikkan besaran royalti dari perusahaan induk kepada perusahaan anak itu wajar walaupun dampaknya akan menggerus pendapatan emiten. Kenaikan royalti sama dengan biaya tambahan yang naik.

Mengenai besaran dividen yang diterima investor minoritas akan berkurang, Hoesen menyatakan hal itu relatif, jika keuntungan yang diperoleh perusahaan besar, maka pemegang saham juga akan tetap mendapat dividen yang besar.

Dia menyatakan untuk menentukan besaran royalti tidak harus mengadakan RUPS dahulu karena ini merupakan urusan antara anak perusahaan dan induknya.

“Itu kan sama dengan kenaikan biaya dan itu kewenangan pemegaang saham,” jelas Hoesen saat ditemui akhir pekan lalu di Gedung BEI Jakarta.

Namun demikian, Hoesen menyatakan, pihaknya akan menanyakan rencana kenaikan royalti ini kepada emiten bersangkutan, tapi hanya sebatas bisnis saja.

Batas besaran royalti menurutnya, juga tidak perlu ditentukan pihak lain di luar pihak perusahaan induk dan anak perusahaan, misalnya otoritas bursa. Besaran royalti, kata dia, akan berhenti jika akan mengakibatkan kerugian atau tidak adanya margin keuntungan.

“Artinya kalau diibaratkan, royalti itu sebagai barang, maka itu termasuk cost of good sold yang naik. Kalau kemudian tidak ada marginnya kan pasti itu rugi,” ujarnya.

Mengenai selisih royalti yang jauh antara royalti Unilever di India dan yang berlaku di Indonesia Hoesen menjelaskan itu tergantung produknya.

“Itu baru rencana kan. Yang penting ada keterbukaan. Kalau pemegang saham tidak mau, ya jual saja. Kerugian kan belum terjadi. Keuntungan memang jadi lebih kecil,” terangnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waduh! Biaya Kawinan...
Waduh! Biaya Kawinan Makin Besar! Lagu di Pesta Pernikahan Kena Royalti
Royalti Musik di Era...
Royalti Musik di Era Digital Jadi Sorotan, Kemenkum Gelar Diskusi Publik
Isu Royalti Musik Mengemuka,...
Isu Royalti Musik Mengemuka, Menteri HAM dan AKSI Dukung Langkah 60 Pencipta Lagu
Diduga Tak Transparan...
Diduga Tak Transparan dan Menunda Pembagian Royalti, KCI Dilaporkan Anggotanya
NextArt Hadir untuk...
NextArt Hadir untuk Transparansi Pembagian Royalti Musisi
Kumpulkan Royalti dalam...
Kumpulkan Royalti dalam Satu Pintu, LMKN Berupaya Terciptanya Transparansi
Berita Terkini
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
46 menit yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
1 jam yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
2 jam yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
2 jam yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
2 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
2 jam yang lalu
Infografis
Biaya Kuliah Kedokteran...
Biaya Kuliah Kedokteran di UI, UGM, Unpad, dan Unair di SNBT 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved