Diduga gelapkan pajak, Nokia India digeledah

Rabu, 09 Januari 2013 - 15:03 WIB
Diduga gelapkan pajak,...
Diduga gelapkan pajak, Nokia India digeledah
A A A
Sindonews.com - Masalah perpajakan kembali membelit perusahaan asing yang beroperasi di India. Kali ini menimpa produsen telepon selular asal Finlandia, Nokia.

Pabrik Nokia yang berlokasi di Chennai, India selatan, yang merupakan salah satu fasilitas manufaktur terbesar saat ini, tengah digeledah pejabat pajak India.

Menurut laporan media setempat, para pejabat pajak sedang menyelidiki dugaan penggelapan pajak sebesar 30 miliar rupee India atau setara USD545 juta.

"Kami selalu mengamati Undang-Undang dan peraturan di negara-negara di mana kami beroperasi. Kami memastikan mereka mendapatkan informasi yang diperlukan untuk membantu dalam penyelidikan," ujar juru bicara Nokia, Brett Young seperti dilansir dari BBC, Rabu (9/1/2013).

Akibatnya, saham Nokia langsung melemah lebih dari 6 persen menjadi 3,07 euro di Helsinki, setelah berita serangan pajak muncul di media.

Diketahui, India merupakan salah satu pasar ponsel dengan pertumbuhan tercepat di dunia, dan menjadi kunci pertumbuhan Nokia di masa depan. Nokia hadir di India sejak 1995 sebagai salah satu pemimpin pasar.

Pabrik Nokia di India didirikan pada 2006, dan unit ini memproduksi berbagai model, termasuk smartphone yang ditargetkan pada konsumen di pasar negara berkembang.

Masalah pajak yang dialami Nokia datang hanya beberapa hari setelah para pejabat India meminta Vodafone Inggris membayar lebih dari USD2 miliar dalam bentuk pajak.

Permintaan ini berlangsung alot dan mesti melalui proses hukum yang berlangsung selama lebih dari lima tahun. Masalah tersebut juga telah memicu kritik dari investor asing dan analis.

Selama ini, perusahaan asing di India harus berurusan dengan sumber energi yang tidak dapat diandalkan dan infrastruktur yang kurang memadai. Padahal, India saat ini sedang mencoba untuk meningkatkan jumlah pabrik teknologi di negara mereka.

Mereka mengeluh aturan pajak di India yang menyebabkan kebingungan dan dapat menghalangi perusahaan asing untuk mencoba mengembangkan pasar domestik.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Penggelapan Uang Pajak...
Penggelapan Uang Pajak di Samsat, Kantor Bapenda Banten Digeledah Kejati
Kasus Dugaan Penggelapan...
Kasus Dugaan Penggelapan BPHTB dan Pajak Pembelian Tanah Berakhir Damai
Makan Uang Perusahaan...
'Makan' Uang Perusahaan Ratusan Juta, Sales Diciduk Polres Kobar
Oknum Pegawai TKS Samsat...
Oknum Pegawai TKS Samsat Diduga Tilep Ratusan Juta Uang Pajak
Dititipi Uang Rp300...
Dititipi Uang Rp300 Juta, Hasan Malah Bawa Kabur Uang Milik Kawannya
Fantastis! Gara-gara...
Fantastis! Gara-gara Laporan Pajak, 2 Pengusaha Yogyakarta Didenda Rp100 Miliar
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
8 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
8 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
8 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
9 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
9 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
9 jam yang lalu
Infografis
Inilah Bupati Pati yang...
Inilah Bupati Pati yang Diprotes Warganya karena Naikkan Pajak 250%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved