PLN butuh tambahan pasokan listrik 4.500 MW/tahun
Kamis, 10 Januari 2013 - 10:20 WIB
PLN butuh tambahan pasokan listrik 4.500 MW/tahun
A
A
A
Sindonews.com - Perusahaan Listrik Negara (PLN) memperkirakan pertumbuhan konsumsi listrik dalam negeri masih tinggi. Pada 2012 pertumbuhan konsumen listrik mencapai 9,97 persen dari target 7 persen.
Hal tersebut seperti dikatakan Direktur Perencanaan dan Manajemen Resiko PLN, Murtaqi Syamsuddin dalam keterangan tertulis yang diterima Sindonews, Kamis (10/1/2013).
PLN membutuhkan tambahan pasokan listrik sekitar 4.500 megawatt (MW) per tahun agar kebutuhan listrik masyarakat terpenuhi. "Dengan pertumbuhan sebesar itu, diperlukan tambahan pembangkit sekitar 4.500 MW per tahun," kata Murtaqi.
Murtaqi mengaku PLN tidak sanggup membangun sendiri tambahan pembangkit listrik dengan kapasitas sebesar itu karena kurangnya biaya.
"Untuk membangun pembangkit dan infrastruktur pendukung sebesar itu diperlukan investasi sekitar Rp80 triliun per tahun. Kemampuan PLN untuk investasi dengan kondisi model bisnis dan kondisi keuangan PLN saat ini hanya sekitar Rp45-50 triliun" ujar Murtaqi.
PLN ingin menggandeng pihak swasta di subsektor kelistrikan dalam rangka memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.
"Karena itu, pemerintah dan PLN mendorong partisipasi swasta sebanyak-banyaknya untuk masuk dan berinvestasi di subsektor ketenagalistrikan. Diperlukan suasana kondusif untuk menarik investor ke subsektor ketenagalistrikan," jelasnya.
Murtaqi mengklaim kenaikan tarif tenaga listrik (TTL) merupakan salah satu cara untuk menarik investor di subsektor kelistrikan. "Kenaikan tarif dan pengurangan subsidi merupakan salah satu cara membuat suasana investasi kondusif untuk menarik investor," pungkas Murtaqi.
Hal tersebut seperti dikatakan Direktur Perencanaan dan Manajemen Resiko PLN, Murtaqi Syamsuddin dalam keterangan tertulis yang diterima Sindonews, Kamis (10/1/2013).
PLN membutuhkan tambahan pasokan listrik sekitar 4.500 megawatt (MW) per tahun agar kebutuhan listrik masyarakat terpenuhi. "Dengan pertumbuhan sebesar itu, diperlukan tambahan pembangkit sekitar 4.500 MW per tahun," kata Murtaqi.
Murtaqi mengaku PLN tidak sanggup membangun sendiri tambahan pembangkit listrik dengan kapasitas sebesar itu karena kurangnya biaya.
"Untuk membangun pembangkit dan infrastruktur pendukung sebesar itu diperlukan investasi sekitar Rp80 triliun per tahun. Kemampuan PLN untuk investasi dengan kondisi model bisnis dan kondisi keuangan PLN saat ini hanya sekitar Rp45-50 triliun" ujar Murtaqi.
PLN ingin menggandeng pihak swasta di subsektor kelistrikan dalam rangka memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.
"Karena itu, pemerintah dan PLN mendorong partisipasi swasta sebanyak-banyaknya untuk masuk dan berinvestasi di subsektor ketenagalistrikan. Diperlukan suasana kondusif untuk menarik investor ke subsektor ketenagalistrikan," jelasnya.
Murtaqi mengklaim kenaikan tarif tenaga listrik (TTL) merupakan salah satu cara untuk menarik investor di subsektor kelistrikan. "Kenaikan tarif dan pengurangan subsidi merupakan salah satu cara membuat suasana investasi kondusif untuk menarik investor," pungkas Murtaqi.
(dmd)
Lihat Juga :