Ini strategi DJP optimalkan penerimaan pajak

Rabu, 16 Januari 2013 - 13:58 WIB
Ini strategi DJP optimalkan...
Ini strategi DJP optimalkan penerimaan pajak
A A A
Sindonews.com - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan akan menerapkan beberapa strategi untuk dapat mengoptimalkan penerimaan pajak agar sesuai dengan target.

"Ada sejumlah strategi seperti peningkatan kebijakan perpajakan, peningkatan kepatuhan, dan peningkatan di bidang pendukung, seperti SDM dan infrastruktur,” kata Direktur Jenderal Pajak Fuad Rachmany dalam keterangan tertulisnya, Rabu (16/1/2013).

Strategi tersebut, dikatakan Fuad, menyusul upaya DJP dalam memenuhi target penerimaan negara dari pajak yang tercantum dalam APBN 2013 yaitu Rp1.042 triliun.

Fuad mengatakan, DJP telah menyusun tiga langkah strategis untuk mengamankan rencana penerimaan perpajakan pada 2013. "Dan kami (DJP) akan melakukan berbagai upaya agar penerimaan pajak bisa optimal tahun ini, tentunya upaya yang kami lakukan tujuannya agar ada peningkatan," tegasnya.

Terkait bidang kebijakan, Fuad memaparkan, terdapat sejumlah rencana pengenaan pajak baru yang bakal diterbitkan tahun ini. Di antaranya pajak usaha kecil beromset besar dan pajak pertambahan nilai bagi kegiatan membangun sendiri.

Untuk pajak usaha kecil beromset besar, dilakukan dengan membidik pengusaha yang hanya punya karyawan sedikit dan tidak mempunyai pembukuan, namun omset usaha mencapai miliaran rupiah. Untuk ini, pihaknya tengah menyiapkan aturan hukumnya.

"PP nya masih dalam proses menuju ke Presiden, dari Menteri Keuangan sudah keluar, tahun ini kita bisa lakukan. Ini merupakan PPh bagi bidang usaha tertentu, usaha kecil, dan menengah. Bentuk usahanya kecil tapi omsetnya besar, dan kami harapkan jumlah wajib pajak semakin luas dan juga meningkatkan kepatuhan membayar pajak," ujarnya.

Fuad menambahkan, DJP kembali akan melakukan sensus pada tahun ini kepada jutaan pengusaha yang belum terjaring. "Meski di antara mereka masih tidak punya PT, tidak punya akuntan, pengusaha tersebut tetap harus membayar pajak," imbuhnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Aksi Menuntut Reformasi...
Aksi Menuntut Reformasi Pegawai Pajak
Diskon Pajak Mobil Baru...
Diskon Pajak Mobil Baru Berlaku Mulai 1 Maret 2021
Negara yang Kaya Tanpa...
Negara yang Kaya Tanpa Memungut Pajak dari Rakyatnya
Indonesia Demam Pajak,...
Indonesia Demam Pajak, 5 Negara Ini Bebas Pajak
Kapolri: Polri akan...
Kapolri: Polri akan Kawal Kepatuhan Wajib Pajak untuk Bayar Pajak
Adaro Raih Penghargaan...
Adaro Raih Penghargaan Wajib Pajak
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
8 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
8 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
9 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
9 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
9 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved