XL bukukan pendapatan naik 14,8 persen
Jum'at, 01 Februari 2013 - 09:39 WIB
XL bukukan pendapatan naik 14,8 persen
A
A
A
Sindonews.com - PT XL Axiata Tbk (EXCL) sepanjang tahun lalu mencatat kenaikan pendapatan sekitar 14,84 persen menjadi Rp20,97 triliun dari Rp18,26 triliun pada 2011.
Dalam keterangan perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, (1/2/2013) dipaparkan bahwa naiknya pendapatan perseroan seiring dengan naiknya beban sebesar Rp16,62 triliun dibanding tahun sebelumnya Rp13,82 triliun.
Beban perseroan, diantaranya disumbang dari beban infrastruktur sebesar Rp5,2 triliun dari tahun sebelumnya Rp3,87 triliun, beban interkoneksi dan beban langsung lainnya naik menjadi Rp3,1 triliun dari Rp2,01 triliun. S
Selain itu, beban penjualan dan pemasaran menjadi Rp1,31 triliun dari Rp1,24 triliun serta kerugian selisih kurs pada tahun lalu meningkat menjadi Rp299,17 miliar dibanding tahun 2011 senilai Rp143,9 miliar.
Naiknya pendapatan yang diimbangi dengan naiknya beban perseroan menyebabkan laba tahun berjalan sepanjang 2012 mengalami koreksi 2,47 persen menjadi Rp2,76 triliun dari Rp2,83 triliun pada 2011. Sementara, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk menurun 3,2 persen menjadi Rp2,74 triliun dari Rp2,83 triliun.
Turunnya laba menyebabkan laba bersih per saham dasar menurun menjadi Rp322 dari tahun sebelumnya Rp332 per saham. Adapun kas dan setara kas perseroan pada akhir tahun lalu juga menurun 20,67 persen menjadi Rp791,81 miliar dari tahun sebelumnya Rp998,11 miliar.
Dalam keterangan perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, (1/2/2013) dipaparkan bahwa naiknya pendapatan perseroan seiring dengan naiknya beban sebesar Rp16,62 triliun dibanding tahun sebelumnya Rp13,82 triliun.
Beban perseroan, diantaranya disumbang dari beban infrastruktur sebesar Rp5,2 triliun dari tahun sebelumnya Rp3,87 triliun, beban interkoneksi dan beban langsung lainnya naik menjadi Rp3,1 triliun dari Rp2,01 triliun. S
Selain itu, beban penjualan dan pemasaran menjadi Rp1,31 triliun dari Rp1,24 triliun serta kerugian selisih kurs pada tahun lalu meningkat menjadi Rp299,17 miliar dibanding tahun 2011 senilai Rp143,9 miliar.
Naiknya pendapatan yang diimbangi dengan naiknya beban perseroan menyebabkan laba tahun berjalan sepanjang 2012 mengalami koreksi 2,47 persen menjadi Rp2,76 triliun dari Rp2,83 triliun pada 2011. Sementara, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk menurun 3,2 persen menjadi Rp2,74 triliun dari Rp2,83 triliun.
Turunnya laba menyebabkan laba bersih per saham dasar menurun menjadi Rp322 dari tahun sebelumnya Rp332 per saham. Adapun kas dan setara kas perseroan pada akhir tahun lalu juga menurun 20,67 persen menjadi Rp791,81 miliar dari tahun sebelumnya Rp998,11 miliar.
(rna)
Lihat Juga :