Bangun tol Ciawi-Sukabumi, HT dewa penyelamat

Rabu, 06 Februari 2013 - 10:26 WIB
Bangun tol Ciawi-Sukabumi,...
Bangun tol Ciawi-Sukabumi, HT dewa penyelamat
A A A
Sindonews.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan mengutarakan, jika Hary Tanoesoedibjo (HT) lewat Grup MNC-nya bisa segera merealisasikan pembangunan jalan tol Ciawi-Sukabumi, maka dia bisa disebut dewa penyelamat.

"Selama ini, jalur Ciawi-Sukabumi itu terkenal sebagai jalur neraka. Perbaikan jalan sudah tidak bisa menjadi harapan mengurai kemacetan. Satu-satunya jalan adalah membangun jalan tol," terang Ahmad di Hotel Santika, Bogor, Selasa (5/2/2013).

Dia menuturkan, pembangunan jalan tol yang telah terkatung-katung sejak 1997 tersebut dapat segera terealisasi dengan masuknya Grup MNC dalam struktur baru pemegang saham Trans Jabar Toll sebagai pemegang saham mayoritas.

"Diharapkan masuknya MNC Infratama ke Trans Jabar Toll bisa mempercepat pembangunan tol ini," katanya.

Ahmad mengakui, masyarakat rela melepas tanahnya sepanjang jalur yang direncanakan akan dibangun jalan tol. Hal ini didasarkan kesadaran bahwa pentingnya kehadiran jalan tol bagi penghujung Ciawi dan Sukabumi.

"Kapan tol akan direalisasikan. Kalau Pak Hary Tanoesoedibjo bisa menyelesaikan dengan segera, bisa kita katakan Pak Hari Tanoesoedibjo sebagai dewa penyelamat kami. Ditambah tempat rekreasi di Lido, lengkap lah sudah harapan kita," terang dia.

Jalan tol yang rencananya akan dibangun dalam empat seksi ini, memiliki arti sangat penting. Karena akan hubungan dua kabupaten terpadat di Jawa Barat ini sangat bergantung pada terealisasinya pembangunan jalan tol tersebut.

"Di provinsi yang sangat padat menghubungkan kabupaten terpadat nomor satu dengan kabupaten terpadat nomor dua. Dua kabupaten itu, Bogor dan Sukabumi kalau digabungan penduduknya sudah mencapai 9 juta penduduk, jadi ini sangat penting," katanya.

Sebagai langkah nyata dukungan terhadap langkah istimewa Hary Tanoesoedibjo ini, Ahmad beserta jajarannya siap melakukan pendampingan terhadap tim pembebasan lahan yang nantinya akan diterjunkan. Hal tersebut agar proses pembebasan lahan bisa segera dilaksanakan dan menghindarkan dari disusupinya proses pembebasan lahan oleh para spekulan.

"Langkah pertama adalah mempercepat pembebasan lahan. Para kades untuk membantu memperlancar pembebasan lahan. Yang perlu digaris bawahi, pembebasan lahan ini bukan lagi ganti rugi, tapi ganti untung," tukasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Miliki Visi Sejalan,...
Miliki Visi Sejalan, Lippo Group Mantapkan Kerjasama dengan MNC Group
Rangkaian HUT ke-34...
Rangkaian HUT ke-34 MNC Group dengan Menggelar Penanaman 500 Bibit Pohon
Syukuran Perayaan HUT...
Syukuran Perayaan HUT MNC Group ke 34, Hary Tanoesoedibjo Ucap Harapannya
MNC Peduli dan Posyandu...
MNC Peduli dan Posyandu Melati 9 Laksanakan Pemeriksaan Gizi Rutin
Hari Terakhir MNC Tech...
Hari Terakhir MNC Tech Forum Bahas Kreator Hingga Literasi Digital
Pakar: Perlu Ada Aturan...
Pakar: Perlu Ada Aturan yang Lindungi Masyarakat di Platform Global
Berita Terkini
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
31 menit yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
47 menit yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
1 jam yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
1 jam yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
2 jam yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
2 jam yang lalu
Infografis
5 Proyek Jalan Tol di...
5 Proyek Jalan Tol di Pulau Jawa Bakal Beroperasi Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved