Kinerja reksa dana saham diprediksi tumbuh 15%
Kamis, 14 Februari 2013 - 14:59 WIB
Kinerja reksa dana saham diprediksi tumbuh 15%
A
A
A
Sindonews.com - Kinerja reksa dana saham dari sisi imbal hasil (return) pada tahun ini diprediksi masih memiliki pertumbuhan tertinggi dibanding reksa dana jenis lainnya. Kinerja reksa dana saham diperkirakan akan bertumbuh 11-15 persen sepanjang 2013.
Analis riset PT Infovesta Utama, Vilia Wati mengatakan, reksa dana saham akan ditopang dari kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). "Kinerja reksa dana saham dipengaruhi oleh kinerja bursa saham yang menjadi aset dasarnya," kata dia kepada Sindonews, Kamis (14/2/2013).
Dia memprediksi, IHSG hingga penghujung tahun ini berpotensi menuju level 4.950. Adapun, gerak bursa saham tersebut akan dipengaruhi faktor global maupun domestik. Dari global, kabar jurang fiskal, yang berakhir dengan kesepakatan kenaikan pajak hanya untuk kalangan atas dan penundaaan pemangkasan anggaran selama dua bulan.
Selain itu, publikasi emiten S&P yang mayoritas melaporkan laba bersih dan pendapatan di atas ekspektasi turut mendongkrak kinerja bursa saham AS dan pemulihan ekonomi China juga akan memberi imbas positif terhadap IHSG.
Sentimen domestik, berupa banjirnya dana asing ke pasar saham maupun obligasi Indonesia memberi imbas positif terhadap pasar modal domestik. Per Januari 2013, dana asing yang masuk ke bursa saham sebesar Rp4,98 triliun, sedangkan ke SUN mencapai Rp273,2 triliun.
Untuk kinerja reksa dana campuran setahun ini, Vilia memprediksi berpotensi tumbuh antara 8-12 persen. "Sedangkan, kinerja reksa dana pendapatan tetap sebesar 5-7 persen diukur dari akhir tahun lalu," ujarnya.
Analis riset PT Infovesta Utama, Vilia Wati mengatakan, reksa dana saham akan ditopang dari kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). "Kinerja reksa dana saham dipengaruhi oleh kinerja bursa saham yang menjadi aset dasarnya," kata dia kepada Sindonews, Kamis (14/2/2013).
Dia memprediksi, IHSG hingga penghujung tahun ini berpotensi menuju level 4.950. Adapun, gerak bursa saham tersebut akan dipengaruhi faktor global maupun domestik. Dari global, kabar jurang fiskal, yang berakhir dengan kesepakatan kenaikan pajak hanya untuk kalangan atas dan penundaaan pemangkasan anggaran selama dua bulan.
Selain itu, publikasi emiten S&P yang mayoritas melaporkan laba bersih dan pendapatan di atas ekspektasi turut mendongkrak kinerja bursa saham AS dan pemulihan ekonomi China juga akan memberi imbas positif terhadap IHSG.
Sentimen domestik, berupa banjirnya dana asing ke pasar saham maupun obligasi Indonesia memberi imbas positif terhadap pasar modal domestik. Per Januari 2013, dana asing yang masuk ke bursa saham sebesar Rp4,98 triliun, sedangkan ke SUN mencapai Rp273,2 triliun.
Untuk kinerja reksa dana campuran setahun ini, Vilia memprediksi berpotensi tumbuh antara 8-12 persen. "Sedangkan, kinerja reksa dana pendapatan tetap sebesar 5-7 persen diukur dari akhir tahun lalu," ujarnya.
(rna)
Lihat Juga :