SBY tawarkan MP3EI ke pengusaha Jerman
Selasa, 05 Maret 2013 - 12:45 WIB
SBY tawarkan MP3EI ke pengusaha Jerman
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bertemu Presiden Asia Pasific Committee for German Business (APA), Peter Loscher dan Menteri Ekonomi dan Teknologi Republik Federal Jerman/Wakil Kanselir Republik Federal, Jerman Philipp Rosler guna menghadiri Forum Bisnis Indonesia-Jerman di Ruang Palaissaal Hotel Adlon Kempinski, Berlin, Senin 4 Maret 2013.
Dalam kesempatan itu, SBY mengajak kalangan pengusaha dan masyarakat industri Jerman untuk menjadi mitra Indonesia dalam mengembangkan ekonomi berkelanjutan di Tanah Air.
"Saya percaya bahwa saat ini dan masa depan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan bermanfaat bagi mitranya. Kami menyambut kemitraan yang lebih besar di bidang inovasi, teknologi, dan energi terbarukan. Saya percaya bahwa Jerman adalah pemimpin dunia dalam bidang ini," ujar SBY seperti dikutip dari situs Sekretariat Kabinet, Selasa (5/3/2013).
Lebih detailnya, SBY mengajak pebisnis Jerman untuk ambil bagian dalam pelaksanaan Masterplan Percepatan dan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). "MP3EI akan mempercepat menjamurnya pusat-pusat pertumbuhan baru di seluruh nusantara. Dari Medan di pulau Sumatera, Bandung dan Surabaya di Jawa, Palangkaraya di Kalimantan, Makassar di Sulawesi, dan untuk Merauke di Papua," kata SBY.
SBY meyakinkan, jika para pebisnis berinvestasi di Indonesia, usahanya tidak hanya memasuki potensi Indonesia, tetapi juga mendapatkan manfaat dari lokasi strategis di jantung pasar yang berkembang di Asia Timur dan Tenggara.
Sebelumnya, di awal sambutan, Presiden SBY mengemukakan bahwa Siemens adalah perusahaan Jerman yang pertama kali berinvestasi di Indonesia. Siemens telah menjadi salah satu perusahaan terkemuka dalam mengembangkan telekomunikasi Indonesia sejak 1855.
"Jauh sebelum kita memperoleh kemerdekaan, Siemens mempelopori pengembangan layanan telegraf di Nusantara lalu membuka kantor pertamanya di Surabaya pada tahun 1909," papar SBY.
Saat ini Jerman telah menjadi salah satu investor yang paling penting di Indonesia. Dari tahun 2000 hingga 2012, investasi Jerman di Indonesia mencapai 1,2 miliar dollar AS. "Saya yakin bahwa kami akan melihat peningkatan lebih lanjut dalam investasi Jerman di Indonesia dalam tahun-tahun mendatang," lanjut SBY.
Untuk informasi, selain para menteri yang mendampingi kunjungan SBY dan para pebisnis Jerman, Forum Bisnis Indonesia-Jerman itu juga dihadiri Ketua Kadin Bambang Soelisto, Ketua Apindo Sofyan Wanadi, dan Presiden Asia Pacific Committee for German Business (APA) Peter Loscher.
Dalam kesempatan itu, SBY mengajak kalangan pengusaha dan masyarakat industri Jerman untuk menjadi mitra Indonesia dalam mengembangkan ekonomi berkelanjutan di Tanah Air.
"Saya percaya bahwa saat ini dan masa depan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan bermanfaat bagi mitranya. Kami menyambut kemitraan yang lebih besar di bidang inovasi, teknologi, dan energi terbarukan. Saya percaya bahwa Jerman adalah pemimpin dunia dalam bidang ini," ujar SBY seperti dikutip dari situs Sekretariat Kabinet, Selasa (5/3/2013).
Lebih detailnya, SBY mengajak pebisnis Jerman untuk ambil bagian dalam pelaksanaan Masterplan Percepatan dan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). "MP3EI akan mempercepat menjamurnya pusat-pusat pertumbuhan baru di seluruh nusantara. Dari Medan di pulau Sumatera, Bandung dan Surabaya di Jawa, Palangkaraya di Kalimantan, Makassar di Sulawesi, dan untuk Merauke di Papua," kata SBY.
SBY meyakinkan, jika para pebisnis berinvestasi di Indonesia, usahanya tidak hanya memasuki potensi Indonesia, tetapi juga mendapatkan manfaat dari lokasi strategis di jantung pasar yang berkembang di Asia Timur dan Tenggara.
Sebelumnya, di awal sambutan, Presiden SBY mengemukakan bahwa Siemens adalah perusahaan Jerman yang pertama kali berinvestasi di Indonesia. Siemens telah menjadi salah satu perusahaan terkemuka dalam mengembangkan telekomunikasi Indonesia sejak 1855.
"Jauh sebelum kita memperoleh kemerdekaan, Siemens mempelopori pengembangan layanan telegraf di Nusantara lalu membuka kantor pertamanya di Surabaya pada tahun 1909," papar SBY.
Saat ini Jerman telah menjadi salah satu investor yang paling penting di Indonesia. Dari tahun 2000 hingga 2012, investasi Jerman di Indonesia mencapai 1,2 miliar dollar AS. "Saya yakin bahwa kami akan melihat peningkatan lebih lanjut dalam investasi Jerman di Indonesia dalam tahun-tahun mendatang," lanjut SBY.
Untuk informasi, selain para menteri yang mendampingi kunjungan SBY dan para pebisnis Jerman, Forum Bisnis Indonesia-Jerman itu juga dihadiri Ketua Kadin Bambang Soelisto, Ketua Apindo Sofyan Wanadi, dan Presiden Asia Pacific Committee for German Business (APA) Peter Loscher.
(gpr)
Lihat Juga :