Kenaikan pajak properti di China picu perceraian

Rabu, 06 Maret 2013 - 13:32 WIB
Kenaikan pajak properti...
Kenaikan pajak properti di China picu perceraian
A A A
Sindonews.com - Pemberlakukan pajak propreti baru di China telah memicu meningkatnya perceraian di negara tersebut. Pasangan di China berbondong-bondong bercerai untuk menghindari pajak penjualan rumah.

Pemerintah pusat China, Jumat lalu, telah mengeluarkan aturan untuk mengendalikan harga rumah, termasuk pajak keuntungan modal nasional sebesar 20 persen pada keuntungan pemilik dari penjualan properti residensial.

Tapi, aturan itu memiliki celah memungkinkan pasangan bercerai dan menempati rumah masing-masing atas nama satu orang, kemudian menjualnya agar terbebas dari pajak. Setelah itu mereka kembali menikah.

Kantor pendaftaran pernikahan China - yang juga menangani perceraian - di pusat komersial Shanghai telah dibanjiri puluhan pasangan untuk melepaskan simpul, termasuk salah satu wanita hamil.

"Dia bilang datang ke sini untuk menghindari kemungkinan kerugian dalam transaksi properti, dan saya tidak bisa mengatakan apa-apa," kata seorang pejabat urusan pernikahan di Kabupaten Yangpu, seperti dilansir Global Post, Rabu (6/3/2013).

"Mereka semua datang ke sini lagi untuk pendaftaran pernikahan kembali," tambah pejabat yang tidak disebutkan namanya itu.

Sementara pejabat lainnya memperingatkan para istri untuk berhati-hati. Tidak semua pria setia, tetapi ada yang benar-benar ingin bercerai secara permanen.

"Beberapa pria mungkin menipu istri mereka untuk bercerai menggunakan pajak sebagai alasan. Tapi, mereka mungkin memiliki wanita simpanan dan benar-benar ingin bercerai," ujar Zhanbiao Dia, pejabat dari Biro Urusan Sipil Shanghai.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
2 jam yang lalu
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
2 jam yang lalu
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
3 jam yang lalu
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
3 jam yang lalu
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
4 jam yang lalu
rToken Bitget Catat...
rToken Bitget Catat AUM USD114 Juta, rSPCX Pimpin Minat Investor
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved