Perolehan PBB 2013 Surabaya masih jeblok
Rabu, 06 Maret 2013 - 21:18 WIB
Perolehan PBB 2013 Surabaya masih jeblok
A
A
A
Sindonews.com - Pendapatan Pemkot Surabaya di sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) benar-benar meleset. Setelah target perolehan PBB pada 2012 tak tercapai, perolehan PBB triwulan pertama 2013 juga tak terpenuhi.
Dari data yang dihimpun Sindo, perolehan PBB Surabaya di triwulan pertama 2013 baru mencapai Rp23,9 miliar atau 2,6 persen saja. Kondisi itu jelas jauh dari target perolehan yang harusnya bisa tembus 20 persen.
Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan (DPPK) Kota Surabaya, Suhartoyo menuturkan, perolehan PBB di triwulan pertama 2013 memang masih 2,6 persen. Jumlah itu dalam waktu dekat akan ditambah untuk mengenjot perolehan PBB.
Pihaknya sendiri tak mau dikatakan lamban dalam menarik PBB. Sampai hari ini, berbagai upaya coba dilakukan untuk mendulang perolehan target PBB. “Saya kira masih wajar dan kami yakin bisa memenuhi target. Jatuh tempo pembayaran PBB kan September mendatang,” ujar Suhartoyo di Surabaya, Rabu (6/3/2013).
Ia juga mengakui kalau banyak kendala yang dihadapi di lapangan. Bahkan, target yang ditetapkan bersama DPRD Surabaya termasuk adanya tunggakan wajib pajak (WP) pada tahun-tahun sebelumnya yang nilainya mencapai sekitar Rp511 miliar. Sementara, DPPK sampai sekarang belum tahu di mana letak tunggakan pajak sebesar Rp511 miliar tersebut.
Sementara itu, saat ini masih ada sekitar 4.000 wajib PBB yang menunggak selama 2012. Jumlah itu diprediksi bisa bertambah banyak di sepanjang 2013 ini.
“Ini juga kami jalankan dengan cara door to door, mendatangi rumah-rumah wajib pajak. Namun, banyak juga kendala yang kami hadapi di lapangan selain kurangnya sumber daya yang kami miliki, seringkali WP-nya tidak ada di rumah,” ungkapnya.
Selain itu, ada juga objek pajak yang tercatat berupa fasilitas umum (fasum), BTKD sampai tempat ibadah. “Kalau sudah begitu, petugas kami balik kantor dan membuat laporan untuk memutakhirkan data. Proses pemutakkhiran ini tidak bisa cepat karena wajib pajak yang tercatat pencapai 62 ribu objek," sambungnya.
Dari data yang dihimpun Sindo, perolehan PBB Surabaya di triwulan pertama 2013 baru mencapai Rp23,9 miliar atau 2,6 persen saja. Kondisi itu jelas jauh dari target perolehan yang harusnya bisa tembus 20 persen.
Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan (DPPK) Kota Surabaya, Suhartoyo menuturkan, perolehan PBB di triwulan pertama 2013 memang masih 2,6 persen. Jumlah itu dalam waktu dekat akan ditambah untuk mengenjot perolehan PBB.
Pihaknya sendiri tak mau dikatakan lamban dalam menarik PBB. Sampai hari ini, berbagai upaya coba dilakukan untuk mendulang perolehan target PBB. “Saya kira masih wajar dan kami yakin bisa memenuhi target. Jatuh tempo pembayaran PBB kan September mendatang,” ujar Suhartoyo di Surabaya, Rabu (6/3/2013).
Ia juga mengakui kalau banyak kendala yang dihadapi di lapangan. Bahkan, target yang ditetapkan bersama DPRD Surabaya termasuk adanya tunggakan wajib pajak (WP) pada tahun-tahun sebelumnya yang nilainya mencapai sekitar Rp511 miliar. Sementara, DPPK sampai sekarang belum tahu di mana letak tunggakan pajak sebesar Rp511 miliar tersebut.
Sementara itu, saat ini masih ada sekitar 4.000 wajib PBB yang menunggak selama 2012. Jumlah itu diprediksi bisa bertambah banyak di sepanjang 2013 ini.
“Ini juga kami jalankan dengan cara door to door, mendatangi rumah-rumah wajib pajak. Namun, banyak juga kendala yang kami hadapi di lapangan selain kurangnya sumber daya yang kami miliki, seringkali WP-nya tidak ada di rumah,” ungkapnya.
Selain itu, ada juga objek pajak yang tercatat berupa fasilitas umum (fasum), BTKD sampai tempat ibadah. “Kalau sudah begitu, petugas kami balik kantor dan membuat laporan untuk memutakhirkan data. Proses pemutakkhiran ini tidak bisa cepat karena wajib pajak yang tercatat pencapai 62 ribu objek," sambungnya.
(gpr)
Lihat Juga :