Rasio elektrifikasi Indonesia lebih rendah dibandingkan Vietnam

Jum'at, 22 Maret 2013 - 20:32 WIB
Rasio elektrifikasi...
Rasio elektrifikasi Indonesia lebih rendah dibandingkan Vietnam
A A A
Sindonews.com - Indonesia boleh menjadi negara ASEAN dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di ASEAN. Namun, dalam soal rasio elektrifikasi atau tingkat perbandingkan jumlah penduduk yang menikmati listrik dari jumlah total penduduk, Indonesia kalah jauh dibandingkan negara-negara ASEAN.

“Rasio elektrifikasi tahun 2012 baru 78 persen yang berarti 22 persen penduduk Indoensia belum dialiri listrik,” tutur Menteri Keuangan Agus Martowardojo, dalam acara Pendandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pemerintah dengan PT PLN, di Istana Wakil Presiden (Wapres), Jalan Medan Merdeka, Jumat (21/3/2013).

Agus menambahkan, dengan capaian 78 persen, tingkat elektrifikasi Indonesia rendah dibandingkan negara-negara ASEAN lain. Singapura, misalnya, rasio elektrifikasinya mencapai 100 persen sementara Malaysia 99,4 persen serta Filipina 89,7 persen. Indonesia bahkan kalah jauh dengan Vietnam yang rasio elektrifikasinya mencapai 97,6 persen.

Mantan Dirut Bank Mandiri tersebut mengakui sulit bagi Indonesia untuk mencapai pertumbuhan maksimal jika tidak didukung oleh sumber listrik yang memadai. Padahal, ekonomi Indonesia sedang tumbuh tinggi. “Setiap satu persen pertumbuhan membutuhkan 1,2-1,5 persen pertumbuhan suplai listrik,” tandasnya.

Sebagai upaya untuk meningkatkan rasio elektrifikasi itulah, pemerintah yang diwakili 11 Kementerian/Lembaga (K/L) akan membantu PT PLN untuk mencapai rasio elektrifikasi yang seharusnya.

Kesepakatan bersama 11 K/L dalam mendukung PLN tersebut, tertuang dalam Service Level Agreement atau Kesepakatan Bersama antara pemerintah dengan PLN serta Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4). SLA tersebut ditandatangai bersama di Istana Wakil Presiden, hari ini.

Sebelas K/L yang ikut dalam kesepakatan tersebut adalah Kementerian Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, Kementerian Perhubungan, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Dalam Negeri, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas), dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas).
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Perpanjang...
Pemerintah Perpanjang Pemberian Diskon Tagihan Listrik
Pemerintah Tahan Kenaikan...
Pemerintah Tahan Kenaikan Tarif Listrik untuk Menjaga Daya Beli Masyarakat
Kebutuhan Investasi...
Kebutuhan Investasi Ketenagalistrikan Nasional
Subsidi Listrik Diperpanjang...
Subsidi Listrik Diperpanjang Hingga Maret 2021
Schneider Electric Kampanyekan...
Schneider Electric Kampanyekan Rumah Nyaman, Listrik Aman
MCB RXE, Si Kecil yang...
MCB RXE, Si Kecil yang Bikin Rumah Aman dari Kebakaran
Berita Terkini
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
33 menit yang lalu
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
45 menit yang lalu
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
1 jam yang lalu
Tak Ada Pergantian Menkeu,...
Tak Ada Pergantian Menkeu, Sentimen Pasar Berbalik Positif
1 jam yang lalu
Bea Cukai Gagalkan 8,9...
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Rp8,6 Miliar
1 jam yang lalu
Kinerja Tumbuh 21,17%,...
Kinerja Tumbuh 21,17%, Patra Logistik Catat Pendapatan Rp3,25 Triliun di 2025
2 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved