Bank Siprus ditutup hingga Kamis pekan ini
Selasa, 26 Maret 2013 - 11:49 WIB
Bank Siprus ditutup hingga Kamis pekan ini
A
A
A
Sindonews.com - Siprus berbalik arah mempertahankan penutupan bank yang berimplikasi pada kekhawatiran pasar dunia dari kesepakatan bailout 10 miliar euro dengan Uni Eropa dan kreditor internasional.
Dilansir Bangkok Post, Selasa (26/3/2013), Presiden Siprus, Nicos Anastasiades mengatakan, dirinya sementara berbagi kepahitan luas pada aspek-aspek tertentu dari negosiasi dengan zona euro yang tidak ada jawabannya. Dia berjanji akan melakukan penyelidikan kriminal untuk mengidentifikasi mereka yang bertanggung jawab atas kekacauan ini.
Bank Sentral Siprus mengumumkan dalam sebuah pernyataan mengejutkan, Senin malam waktu setempat, semua bank harus tetap tutup sampai Kamis (28/3/2013), membatalkan keputusan sebelumnya untuk membuka sebagian besar bank pada hari ini.
Menteri Keuangan Michael Sarris memutuskan untuk mengikuti rekomendasi gubernur bank sentral Panicos Demetriades untuk memastikan kelancaran fungsi dari seluruh sistem perbankan.
Bank Laiki dan Bank of Cyprus ditutup sampai Kamis karena restrukturisasi dan merger yang disepakati di bawah persyaratan bailout. Tapi, pasar saham terhuyung-huyung setelah kepala Menteri Keuangan Eurogrup dari Belanda, Jeroen Dijsselbloem menyarankan, bahwa kesepakatan bisa menjadi dasar untuk dana talangan di zona euro ke depan.
"Jika kita ingin memiliki sektor keuangan yang sehat, satu-satunya cara adalah dengan mengatakan; 'Lihat, ada di mana Anda mengambil risiko, Anda harus berurusan dengan mereka, dan jika Anda tidak bisa berurusan dengan mereka Anda tidak harus ambil bagian dengan mereka dan konsekuensinya mungkin adalah akhir dari cerita '," papar Dijsselbloem.
Setelah pasar Eropa ditutup, dia mengatakan Cyprus adalah kasus tertentu dengan tantangan yang luar biasa. Namun, kerusakan pasar saham dan euro telah terjadi. Saham AS jatuh, segera setelah Departemen Keuangan Siprus memutuskan untuk menunda pembukaan kembali semua bank.
Dilansir Bangkok Post, Selasa (26/3/2013), Presiden Siprus, Nicos Anastasiades mengatakan, dirinya sementara berbagi kepahitan luas pada aspek-aspek tertentu dari negosiasi dengan zona euro yang tidak ada jawabannya. Dia berjanji akan melakukan penyelidikan kriminal untuk mengidentifikasi mereka yang bertanggung jawab atas kekacauan ini.
Bank Sentral Siprus mengumumkan dalam sebuah pernyataan mengejutkan, Senin malam waktu setempat, semua bank harus tetap tutup sampai Kamis (28/3/2013), membatalkan keputusan sebelumnya untuk membuka sebagian besar bank pada hari ini.
Menteri Keuangan Michael Sarris memutuskan untuk mengikuti rekomendasi gubernur bank sentral Panicos Demetriades untuk memastikan kelancaran fungsi dari seluruh sistem perbankan.
Bank Laiki dan Bank of Cyprus ditutup sampai Kamis karena restrukturisasi dan merger yang disepakati di bawah persyaratan bailout. Tapi, pasar saham terhuyung-huyung setelah kepala Menteri Keuangan Eurogrup dari Belanda, Jeroen Dijsselbloem menyarankan, bahwa kesepakatan bisa menjadi dasar untuk dana talangan di zona euro ke depan.
"Jika kita ingin memiliki sektor keuangan yang sehat, satu-satunya cara adalah dengan mengatakan; 'Lihat, ada di mana Anda mengambil risiko, Anda harus berurusan dengan mereka, dan jika Anda tidak bisa berurusan dengan mereka Anda tidak harus ambil bagian dengan mereka dan konsekuensinya mungkin adalah akhir dari cerita '," papar Dijsselbloem.
Setelah pasar Eropa ditutup, dia mengatakan Cyprus adalah kasus tertentu dengan tantangan yang luar biasa. Namun, kerusakan pasar saham dan euro telah terjadi. Saham AS jatuh, segera setelah Departemen Keuangan Siprus memutuskan untuk menunda pembukaan kembali semua bank.
(dmd)
Lihat Juga :