Penjualan handset di India tumbuh 20,8%

Selasa, 02 April 2013 - 13:22 WIB
Penjualan handset di...
Penjualan handset di India tumbuh 20,8%
A A A
Sindonews.com - Penjualan handset mobile di India tumbuh 20,8 persen menjadi 221,6 juta unit pada 2012. Pertumbuhan ini didorong penjualan smartphone.

Penjualan smarptphone dari keseluruhan pasar handset di India masih kecil, hanya 7 persen. Kategori high-end justru mencapai 15,2 juta unit atau tumbuh 35,7 persen dari 2011 yang mencapai 11,2 juta unit.

Sedangkan penjualan ponsel fitur tumbuh 19,9 persen menjadi 206,4 juta pada 2012, lebih tinggi dari 2011 yang hanya 172,2 juta unit. "Meskipun kita melihat pasar yang besar pada smartphone, kenyataannya tetap bahwa di India pasar mobile handset masih didominasi ponsel fitur. Di sisi lain, pengiriman smartphone juga tumbuh cepat," kata Senior Manager CMR, Faisal Kawoosa seperti dikutip dari Economic Times, Selasa (2/4/2013).

Menurutnya, hal ini menunjukkan India masih menjadi pasar ponsel baru. Di mana ponsel fitur berkontribusi pada sebagian besar pengiriman dibandingkan dengan penggantian atau upgrade.

Secara keseluruhan, ponsel asal Finlandia, Nokia masih memimpin pasar dengan pangsa 21,8 persen, diikuti raksasa Korea Samsung (13,7 persen). Sementara produsen handset India, Micromax menempati urutan ketiga dengan pangsa pasar 6,6 persen.

Peringkat tersebut sama dalam kategori ponsel fitur. Di mana Nokia menguasai pangsa pasar hingga 22,5 persen, Samsung 11,5 persen, dan Micromax 6,5 persen.

Namun dalam kategori smartphone, Samsung pemimpin pasar di India dengan 43,1 persen, diikuti Nokia (13,3 persen) dan Sony (8,2 persen) pada 2012.

Sementara BlackBerry berada pada urutan ketiga selama periode Januari-Juni 2012. "Kami percaya bahwa perjuangan untuk memimpin di pasar smartphone Indonesia akan mengintensifkan sampai 2013 sebagai vendor membawa faktor bentuk baru ke pasar," kata Analis CMR, Tarun Pathak.

Dia menuturkan, pemain seperti Samsung, HTC, dan Sony akan lebh mencoba untuk membangun kepemimpinan melalui penawaran berbeda dan dengan menjanjikan smartphone, tablet, PC dan TV ke konsumen.

"Pada saat yang sama, homegrown vendor seperti Micromax, Karbon Lava akan mencoba untuk bersaing secara global dengan membawa pasar yang kuat. Namun, smartphone telah menurunkan harga sebagai upaya untuk memperluas daya tarik konsumen dan menumbuhkan pengguna smartphone secara keseluruhan," terang Pathak.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pandemi Covid-19 Membuat...
Pandemi Covid-19 Membuat Air Purifier True HEPA Filter Banyak Dicari
IIW 2021 Perkenalkan...
IIW 2021 Perkenalkan Beragam Inovasi Teknologi Elektronik dari Taiwan
Menangkap Peluang Peningkatan...
Menangkap Peluang Peningkatan Produk Elektronik di Tangerang
Gandeng Pesona Mitratama...
Gandeng Pesona Mitratama Indonesia, AQUA AC Proshop Dibuka di BSD Tangsel
Penjualan Elektronik...
Penjualan Elektronik Melemah di Tengah Kenaikan Harga
GSEI 2023 Segera Digelar:...
GSEI 2023 Segera Digelar: Peluang Emas bagi Pelaku Industri Elektronik
Berita Terkini
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
1 jam yang lalu
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
1 jam yang lalu
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
9 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
10 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
11 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
11 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved