IMF bisa ubah pinjaman Mesir USD4,8 miliar
Selasa, 02 April 2013 - 14:19 WIB
IMF bisa ubah pinjaman Mesir USD4,8 miliar
A
A
A
Sindonews.com - Dana Moneter Internasional (IMF) menyatakan, bisa mengubah nilai pinjaman yang diajukan Mesir sebesar USD4,8 miliar saat negosiasi, tergantung dari kebutuhan negara.
"Ukurannya dapat bervariasi, itu adalah pertanyaan tentang kebutuhan dan apa yang diperlukan," ujar Masood Ahmed, direktur IMF Timur Tengah dan Asia Tengah, seperti dilansir Reuters, Selasa (2/4/2013).
Ahmed mengatakan, pembicaraan mencakup peninjauan kebutuhan pembiayaan Mesir, seperti kesepakatan awal pinjaman pada November lalu, yang ditangguhkan karena terjadi kerusuhan politik. Delegasi IMF direncanakan akan tiba di Mesir besok, untuk melakukan pembicaraan dengan pemerintah.
Diberitakan sebelumnya, pemerintah Mesir telah melihat defisit anggaran 0,9 persen dari PDB tahunan yang berakhir Juni 2013, dengan asumsi melakukan reformasi ekonomi untuk mengekang pengeluaran. Tanpa reformasi, pemerintah khawatir defisit anggaran bisa mencapai 12,3 persen dari PDB.
Kairo sebelumnya enggan menerapkan langkah-langkah penghematan yang disepakati IMF karena takut memicu kerusuhan. Namun, Menteri Perencanaan Mesir, Ashraf al-Araby mengatakan, Kairo berharap menandatangani kesepakatan dengan IMF dan menerima pinjaman tahap pertama paling labat akhir Juni mendatang.
"Ukurannya dapat bervariasi, itu adalah pertanyaan tentang kebutuhan dan apa yang diperlukan," ujar Masood Ahmed, direktur IMF Timur Tengah dan Asia Tengah, seperti dilansir Reuters, Selasa (2/4/2013).
Ahmed mengatakan, pembicaraan mencakup peninjauan kebutuhan pembiayaan Mesir, seperti kesepakatan awal pinjaman pada November lalu, yang ditangguhkan karena terjadi kerusuhan politik. Delegasi IMF direncanakan akan tiba di Mesir besok, untuk melakukan pembicaraan dengan pemerintah.
Diberitakan sebelumnya, pemerintah Mesir telah melihat defisit anggaran 0,9 persen dari PDB tahunan yang berakhir Juni 2013, dengan asumsi melakukan reformasi ekonomi untuk mengekang pengeluaran. Tanpa reformasi, pemerintah khawatir defisit anggaran bisa mencapai 12,3 persen dari PDB.
Kairo sebelumnya enggan menerapkan langkah-langkah penghematan yang disepakati IMF karena takut memicu kerusuhan. Namun, Menteri Perencanaan Mesir, Ashraf al-Araby mengatakan, Kairo berharap menandatangani kesepakatan dengan IMF dan menerima pinjaman tahap pertama paling labat akhir Juni mendatang.
(dmd)
Lihat Juga :