Huawei berharap pendapatan tumbuh 10 persen
Senin, 08 April 2013 - 13:13 WIB
Huawei berharap pendapatan tumbuh 10 persen
A
A
A
Sindonews.com - Produsen peralatan telekomunikasi terbesar kedua di dunia asal China, Huawei Technologies Co Ltd mengharapkan peningkatan pendapatan sebesar 10 persen dalam lima tahun ke depan yang akan didukung sektor komputasi awan dan smartphone.
Plt CEO Huawei, Guo Ping mengatakan, laba bersih yang diraih Huawei naik 32 persen pada tahun lalu menjadi 15,4 miliar yuan (USD2,5 miliar). Sementara, pendapatannya naik 8 persen menjadi 220,2 miliar yuan.
"Teknologi informasi dan komunikasi akan terus tumbuh, dengan peluang baru datang dari komputasi awan, BYOD, dan data yang besar, termasuk ponsel fitur yang digantikan smartphone pada tingkat yang lebih cepat," katanya, seperti dikutip dari Reuters, Senin (8/4/2013).
Rincian pendapatan menunjukkan penjualan di China naik 12,2 persen menjadi 73,6 miliar yuan. Penjualan di Eropa, Timur Tengah dan Afrika naik 6,1 persen, penjualan di Asia Pasifik naik 7,2 persen dan pendapatan di Amerika naik 4,3 persen.
Huawei pun harus bekerja keras dalam bersaing dengan perusahaan lainnya di China seperti ZTE. Keduanya semakin bersaing dan tumbuh dalam industri alat telekomunikasi global dan sektor ponsel selama beberapa tahun terakhir.
ZTE merupakan produsen alat telekomunikasi nomor lima dunia yang pada Maret telah membukukan kerugian bersih tahunan, sebesar 2,8 miliar yuan (USD460 juta), karena adanya penundaan proyek dan margin yang jauh pada pasar negara berkembang.
Sementara, Huawei telah mendongkrak penjualan dan memperoleh pangsa pasar di Eropa, Afrika dan Asia. Hal ini menunjukkan arah positif atas beberapa kendala yang dialami tahun lalu di pasar lain seperti Amerika Serikat dan Australia karena terkait dengan masalah cybersecurity.
Plt CEO Huawei, Guo Ping mengatakan, laba bersih yang diraih Huawei naik 32 persen pada tahun lalu menjadi 15,4 miliar yuan (USD2,5 miliar). Sementara, pendapatannya naik 8 persen menjadi 220,2 miliar yuan.
"Teknologi informasi dan komunikasi akan terus tumbuh, dengan peluang baru datang dari komputasi awan, BYOD, dan data yang besar, termasuk ponsel fitur yang digantikan smartphone pada tingkat yang lebih cepat," katanya, seperti dikutip dari Reuters, Senin (8/4/2013).
Rincian pendapatan menunjukkan penjualan di China naik 12,2 persen menjadi 73,6 miliar yuan. Penjualan di Eropa, Timur Tengah dan Afrika naik 6,1 persen, penjualan di Asia Pasifik naik 7,2 persen dan pendapatan di Amerika naik 4,3 persen.
Huawei pun harus bekerja keras dalam bersaing dengan perusahaan lainnya di China seperti ZTE. Keduanya semakin bersaing dan tumbuh dalam industri alat telekomunikasi global dan sektor ponsel selama beberapa tahun terakhir.
ZTE merupakan produsen alat telekomunikasi nomor lima dunia yang pada Maret telah membukukan kerugian bersih tahunan, sebesar 2,8 miliar yuan (USD460 juta), karena adanya penundaan proyek dan margin yang jauh pada pasar negara berkembang.
Sementara, Huawei telah mendongkrak penjualan dan memperoleh pangsa pasar di Eropa, Afrika dan Asia. Hal ini menunjukkan arah positif atas beberapa kendala yang dialami tahun lalu di pasar lain seperti Amerika Serikat dan Australia karena terkait dengan masalah cybersecurity.
(izz)
Lihat Juga :