Hatta: Indonesia terancam masuk negara middle income trap

Selasa, 09 April 2013 - 11:44 WIB
Hatta: Indonesia terancam...
Hatta: Indonesia terancam masuk negara middle income trap
A A A
Sindonews.com - Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa mengatakan, ada faktor utama yang dapat membuat Indonesia terancam menjadi negara middle income trap (negara berpenghasilan menengah).

"Salah satu faktornya karena Indonesia tidak memiliki kemandirian pangan," ujarnya dalam Musyawarah Nasional (Munas) Apindo di hotel Luwanda, Jakarta, Selasa (9/8/2013).

Dalam konteks tersebut, Politisi asal Partai Amanat Nasional (PAN) ini menuturkan ada tiga hal penting yang harus diperhatikan. Pertama, ketersediaan pangan, kedua terkait dengan value added, dan ketiga bagaimana meningkatkan logistic cost.

"Logistic cost kita tahun ini persentasinya 14.08 persen. Di negara-negara maju, logistic cost hanya 7 sampai 4 persen. Pada 2014 sebelum diselenggarakannya Asean Economic Community (AEC) harus drop ke angka 10," jelasnya.

Dia mengatakan, bahwa walaupun tren kemiskinan Indonesia mengalami penurunan, namun di tengah situasi global yang diguncang krisis, pertumbuhan yang dikoreksi itu masih normal.

"Namun koreksi terhadap kita masih wajar. Karena yang penting menjaga pertumbuhan berkualitas karena muaranya adalah penurunan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan," pungkas Hatta.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Perluas Produk Unggulan...
Perluas Produk Unggulan Maluku, 11,6 Ton Frozen Tuna Loin Diekspor ke Thailand
44 menit yang lalu
Rupiah Sentuh Rp17.963,...
Rupiah Sentuh Rp17.963, Hari Ini Berakhir Sedikit Menguat Lawan Dolar AS
1 jam yang lalu
Purbaya Minta DJPb Monitor...
Purbaya Minta DJPb Monitor 3 Program Prioritas Termasuk MBG
1 jam yang lalu
IHSG Ditutup Meroket...
IHSG Ditutup Meroket 2,28% Sentuh Level 5.875, Ada 520 Saham Menghijau
2 jam yang lalu
Kantongi Restu OJK,...
Kantongi Restu OJK, Dua Pemegang Saham Utama CASH Siap Kawal Rights Issue Rp237,2 Miliar
2 jam yang lalu
Purbaya Tepis Kabar...
Purbaya Tepis Kabar Disebut Incar Influencer dan Toko Online: Tegaskan Pajak Demi Keadilan
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved