ADB koreksi pertumbuhan ekonomi Indonesia

Selasa, 09 April 2013 - 14:17 WIB
ADB koreksi pertumbuhan...
ADB koreksi pertumbuhan ekonomi Indonesia
A A A
Sindonews.com - Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini berada di level 6,4 persen. Demikian diungkapkan ADB dalam laporan utama outlook-nya, yang diterbitkan hari ini.

Angka 6,4 persen tersebut lebih rendah dibandingkan proyeksi terakhir ADB pada Oktober tahun lalu, di mana ADB pada saat itu memperkirakan ekonomi Indonesia tahun 2013 masih bisa tumbuh 6,6 persen.

Masih lemahnya pertumbuhan ekonomi global menjadi pendorong koreksi tersebut. Bila pada Outlook Oktober tahun 2012, ADB memperkirakan negara industri masih bisa tumbuh 1,5 persen, maka pada Outlook ADB yang dikeluarkan hari ini, Selasa (9/4), pertumbuhan negara industri maju hanya tumbuh 1,0 persen.

Koreksi terbesar diberikan kepada Uni Eropa. Bila pada Oktober 2012, ADB memperkirakan pertumbuhan ekonomi Uni Eropa sebesar 0,5 persen, maka pada outlook kali ini menjadi minus 0,3 persen.

“Didukung oleh konsumsi yang tinggi, investasi yang meningkat dan perdagangan antarnegara yang membaik, momentum pertumbuhan di Asia Tenggara akan terus menguat. Indonesia saat ini berada di jalur uang baik untuk pertumbuhan jangka panjang,” tutur Country Director ADB untuk Indonesia, Jon D. Linborg dalam siaran pers Outlook ADB, Selasa (9/4/2013).

Dibandingkan kawasan lain, Asia terutama Asia Tenggara memang diyakini masih bisa tumbuh tinggi pada tahun ini meskipun kondisi global belum membaik.

Pada tahun ini, negara-negara berkembang di Asia bahkan diperkirakan bisa tumbuh sekitar 6,6 persen. Namun, ADB mengingatkan akan bahaya inflasi tinggi serta resiko politik di China dan Korea Selatan yang bisa mengancam pertumbuhan kawasan tersebut.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
57 menit yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
1 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
1 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
2 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
3 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved