Perdagangan China Q1 naik 13,4%
Rabu, 10 April 2013 - 11:33 WIB
Perdagangan China Q1 naik 13,4%
A
A
A
Sindonews.com - Volume perdagangan China pada kuartal pertama (Q1) 2013 mencapai 986 miliar dolar AS, naik 13,4 persen dibandingkan tahun lalu.
Juru Bicara dan Direktur Jenderal Departemen Statistik, Administrasi Umum Bea Cukai, Zheng Yuesheng mengemukakan, ekspor China pada kuartal pertama mencapai 516 miliar dolar AS, naik 18,4 persen. Sementara impor tumbuh sebesar 8,4 persen menjadi 470 miliar dolar AS.
Surplus perdagangan negara itu mencapai USD4,36 miliar. Di mana perdagangan pada kuartal pertama dengan Amerika Serikat (AS) dan negara-negara ASEAN meningkat, namun perdagangan dengan Uni Eropa dan Jepang turun.
"Angka terbaru ini menunjukkan bahwa perekonomian China terus berkembang meskipun ekonomi dunia suram," ujar Zheng, seperti dilansir dari CNTV, Rabu (10/4/2013).
Diberitakan sebelumnya, ekspor China pada Februari 2013, melonjak lebih dari 20 persen, meskipun terpotong libur Tahun Baru Imlek. Hasil ini dipercaya sebagai indikasi pemulihan ekonomi negara terbesar kedua di dunia itu.
Administrasi Umum Bea Cukai China mengatakan, lonjakan ekspor membantu mencatat surplus perdagangan USD15,3 miliar, meskipun surplus menyempit dari USD29,2 miliar pada Januari lalu.
Pasar telah memperkirakan defisit perdagangan sebesar USD16 miliar, berdasarkan perkiraan median dalam jajak pendapat 13 ekonom Dow Jones Newswires. Ekspor melonjak 21,8 persen year on year menjadi USD139,4 miliar pada Februari, sementara impor turun 15,2 persen menjadi USD124,1 miliar.
Juru Bicara dan Direktur Jenderal Departemen Statistik, Administrasi Umum Bea Cukai, Zheng Yuesheng mengemukakan, ekspor China pada kuartal pertama mencapai 516 miliar dolar AS, naik 18,4 persen. Sementara impor tumbuh sebesar 8,4 persen menjadi 470 miliar dolar AS.
Surplus perdagangan negara itu mencapai USD4,36 miliar. Di mana perdagangan pada kuartal pertama dengan Amerika Serikat (AS) dan negara-negara ASEAN meningkat, namun perdagangan dengan Uni Eropa dan Jepang turun.
"Angka terbaru ini menunjukkan bahwa perekonomian China terus berkembang meskipun ekonomi dunia suram," ujar Zheng, seperti dilansir dari CNTV, Rabu (10/4/2013).
Diberitakan sebelumnya, ekspor China pada Februari 2013, melonjak lebih dari 20 persen, meskipun terpotong libur Tahun Baru Imlek. Hasil ini dipercaya sebagai indikasi pemulihan ekonomi negara terbesar kedua di dunia itu.
Administrasi Umum Bea Cukai China mengatakan, lonjakan ekspor membantu mencatat surplus perdagangan USD15,3 miliar, meskipun surplus menyempit dari USD29,2 miliar pada Januari lalu.
Pasar telah memperkirakan defisit perdagangan sebesar USD16 miliar, berdasarkan perkiraan median dalam jajak pendapat 13 ekonom Dow Jones Newswires. Ekspor melonjak 21,8 persen year on year menjadi USD139,4 miliar pada Februari, sementara impor turun 15,2 persen menjadi USD124,1 miliar.
(dmd)
Lihat Juga :