Diputus kontrak Pertamina, tiga SPBU di Tangsel tutup
Sabtu, 13 April 2013 - 17:17 WIB
Diputus kontrak Pertamina, tiga SPBU di Tangsel tutup
A
A
A
Sindonews.com - Pengendara sepeda motor di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, kebingungan. Karena, SPBU tempat warga biasa mengisi bahan bakar sebagian tutup. Belum jelas, sampai kapan penutupan itu dilakukan.
Alhasil, penjual bensin eceran pun diserbu. Pertama di Jalan Tegal Rotan, arah di pintu keluar Tol BSD-Bintaro. Di tempat ini, gerbang SPBU ditutup sebagian dengan menggunakan pagar besi. Di dalamnya, tampak mobil tangki sedang melakukan pengisian BBM.
Kedua, berada di kawasan Kampung Sawah Lama. Gerbang SBPU ini juga ditutup dengan menggunakan seng. Di dalamnya, tidak ada aktivitas pekerja. Informasi yang berhasil dihimpun, SPBU ini tutup sudah sekitar empat bulan.
Ketiga, berada di Jalan Pajajaran Pamulang, Kecamatan Pamulang. Gerbang SPBU ini juga tutup dengan menggunakan pagar besi. Tidak ada aktivis di dalam SPBU ini. Informasi yang terhimpun, SPBU ini sudah tutup selama hampir 10 bulan.
Di depan pagar besi SPBU itu ada papan kecil berisi pengumuman yang mengatakan, SBPU berhenti beroperasi karena diputus kontrak oleh PT Pertamina. Namun, belum ada yang bisa dimintai keterangan dari pihak SPBU lantaran apa alasan kontrak itu diputus.
"Kalau habis bensin beli eceren, ya kadang di SPBU yang masih buka," ujar salah seorang tukang ojek yang biasa mangkal di depan Kampus Universitas Pamulang, Tangerang Selatan, Sabtu (13/4/2013).
Selain menguntungkan pedagang bensin eceran, ditutupnya tiga SPBU ini juga mengakibatkan warga kesulitan melakukan pengisian bahan bakar kendaraannya. Namun begitu, peristiwa ini tidak sampai menimbulkan kelangkaan BBM di kawasan ini.
Masih adanya pedagang eceran, merupakan bukti masih tercukupinya BBM bagi pengendara di Tangerang Selatan.
Alhasil, penjual bensin eceran pun diserbu. Pertama di Jalan Tegal Rotan, arah di pintu keluar Tol BSD-Bintaro. Di tempat ini, gerbang SPBU ditutup sebagian dengan menggunakan pagar besi. Di dalamnya, tampak mobil tangki sedang melakukan pengisian BBM.
Kedua, berada di kawasan Kampung Sawah Lama. Gerbang SBPU ini juga ditutup dengan menggunakan seng. Di dalamnya, tidak ada aktivitas pekerja. Informasi yang berhasil dihimpun, SPBU ini tutup sudah sekitar empat bulan.
Ketiga, berada di Jalan Pajajaran Pamulang, Kecamatan Pamulang. Gerbang SPBU ini juga tutup dengan menggunakan pagar besi. Tidak ada aktivis di dalam SPBU ini. Informasi yang terhimpun, SPBU ini sudah tutup selama hampir 10 bulan.
Di depan pagar besi SPBU itu ada papan kecil berisi pengumuman yang mengatakan, SBPU berhenti beroperasi karena diputus kontrak oleh PT Pertamina. Namun, belum ada yang bisa dimintai keterangan dari pihak SPBU lantaran apa alasan kontrak itu diputus.
"Kalau habis bensin beli eceren, ya kadang di SPBU yang masih buka," ujar salah seorang tukang ojek yang biasa mangkal di depan Kampus Universitas Pamulang, Tangerang Selatan, Sabtu (13/4/2013).
Selain menguntungkan pedagang bensin eceran, ditutupnya tiga SPBU ini juga mengakibatkan warga kesulitan melakukan pengisian bahan bakar kendaraannya. Namun begitu, peristiwa ini tidak sampai menimbulkan kelangkaan BBM di kawasan ini.
Masih adanya pedagang eceran, merupakan bukti masih tercukupinya BBM bagi pengendara di Tangerang Selatan.
(izz)