Capai pertumbuhan ekonomi 6,5%, infrastuktur perlu dibenahi
Senin, 15 April 2013 - 09:18 WIB
Capai pertumbuhan ekonomi 6,5%, infrastuktur perlu dibenahi
A
A
A
Sindonews.com - Ekonom Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Aviliani mengatakan, koreksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dilakukan Bank Indonesia (BI) dari 6,3-6,8 persen menjadi 6,2-6,6 persen merupakan hal yang wajar.
"Tiap-tiap institusi memang mempunyai prediksi masing-masing," ujarnya ketika dihubungi Sindonews di Jakarta, belum lama ini.
Dia menyebut, usaha pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 2013 sebesar 6,5 persen masih belum optimal. Akibatnya, Aviliani memprediksi, angka pertumbuhan ekonomi Indonesia paling realistis hanya berada di kisaran 6,1-6,2 persen pada tahun ini.
"Kalau pemerintah cuma begini-gini saja, pertumbuhan ekonomi 2013 bahkan cuma 6,1-6,2 persen," tambahnya.
Ailiani menyarankan, untuk bisa mencapai angka pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5 atau 6,8 persen pada tahun ini, pemerintah wajib bekerja keras untuk membenahi infrastruktur dan tidak melulu mengandalkan konsumsi domestik. Ini dilakukan agar investasi dapat masuk ke Indonesia dan mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri.
"Pemerintah harus bekerja keras dan aktif membenahi infrastruktur karena konsumsi domestik tidak bisa terus diandalkan. Investasi sebagai salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi baru dapat masuk apabila infrastruktur dibenahi," pungkasnya.
"Tiap-tiap institusi memang mempunyai prediksi masing-masing," ujarnya ketika dihubungi Sindonews di Jakarta, belum lama ini.
Dia menyebut, usaha pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 2013 sebesar 6,5 persen masih belum optimal. Akibatnya, Aviliani memprediksi, angka pertumbuhan ekonomi Indonesia paling realistis hanya berada di kisaran 6,1-6,2 persen pada tahun ini.
"Kalau pemerintah cuma begini-gini saja, pertumbuhan ekonomi 2013 bahkan cuma 6,1-6,2 persen," tambahnya.
Ailiani menyarankan, untuk bisa mencapai angka pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5 atau 6,8 persen pada tahun ini, pemerintah wajib bekerja keras untuk membenahi infrastruktur dan tidak melulu mengandalkan konsumsi domestik. Ini dilakukan agar investasi dapat masuk ke Indonesia dan mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri.
"Pemerintah harus bekerja keras dan aktif membenahi infrastruktur karena konsumsi domestik tidak bisa terus diandalkan. Investasi sebagai salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi baru dapat masuk apabila infrastruktur dibenahi," pungkasnya.
(rna)
Lihat Juga :