Semester II, pertumbuhan ekonomi RI diprediksi membaik

Kamis, 18 April 2013 - 15:32 WIB
Semester II, pertumbuhan...
Semester II, pertumbuhan ekonomi RI diprediksi membaik
A A A
Sindonews.com - The Royal Bank of Scotland (RBS) memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan membaik pada semester II tahun ini didorong belanja dalam negeri dan pemulihan ekspor di paruh kedua tahun ini.

Ekonom RBS untuk Asia Tenggara, Enrico Tanuwidjaja mengatakan bahwa pada tahun ini, perusahannya mengharapkan peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 6,5 persen dari 6,2 persen pada tahun lalu.

“Upaya pemerintah menjelang pemilihan umum 2014 mendatang, pengeluaran infrastruktur yang makin tinggi serta peningkatan upah minimum pekerja sepertinya akan menjadi faktor kunci pertumbuhan tahun ini. Kita mungkin akan melihat dampaknya pada kuartal ketiga dan seterusnya," kata Enrico dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (18/4/2013).

Dia menilai, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan sedikit lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya, yakni 6,3 persen (YoY). Hal ini karena pembayaran anggaran tahun lalu yang kemungkinan dipercepat.

"Neraca perdagangan diperbesar menjadi USD327 juta pada Februari 2013 dari defisit sebesar USD171 juta pada Januari karena penurunan volume ekspor," imbuhnya.

Membesarnya neraca perdagangan sebagian besar didorong defisit neraca minyak dan gas karena stabilnya permintaan energi. Tren ini kemungkinan akan berlanjut dan RBS memprediksi akan ada waktu yang sedikit lebih lama sebelum defisit akun berjalan menyempit.

Dia menjelaskan, pembatasan impor produk-produk hortikultura menyebabkan inflasi dan kembali mengalami lonjakan yang nyaris menyentuh 6 persen pada bulan Maret (YoY). Akan tetapi, inflasi inti cenderung lebih rendah, meski upah minimum provinsi (UMP) naik pada bulan Januari tahun ini.

“Kami melihat peningkatan tingkat inflasi hanya bersifat sementara karena lonjakan pada bulan Februari dan Maret tidak disebabkan oleh masalah struktural, tetapi karena kebijakan perdagangan yang dapat berubah-ubah setiap waktu,” komentar Enrico.

Sebagai tambahan, peningkatan UMP saat ini hanya berlaku di Jakarta dan sekitarnya, serta hanya pada perusahaan-perusahaan besar (yang secara efektif telah membayar di atas upah minimum). “Baru-baru ini, kami menaikkan prediksi inflasi menjadi 5,2 persen dari 5,0 persen karena inflasi lebih tinggi dari yang diprediksikan pada Februari dan Maret," tuturnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Dampingi Presiden Resmikan...
Dampingi Presiden Resmikan Lima Bendungan, AHY: Perkuat Swasembada Pangan, Air dan Energi
10 menit yang lalu
Pelatih Spanyol Pilih...
Pelatih Spanyol Pilih Hati-hati Tanggapi Kontroversi Wasit Piala Dunia 2026
16 menit yang lalu
Airlangga Sebut B50...
Airlangga Sebut B50 Bakal Hemat Devisa hingga Rp177 Triliun
18 menit yang lalu
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan...
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan Lingkungan melalui Wisata Edukasi
1 jam yang lalu
MNC Insurance Sabet...
MNC Insurance Sabet Penghargaan Anugerah Asuransi Indonesia 2026
1 jam yang lalu
Dukung Ketahanan Air...
Dukung Ketahanan Air dan Pangan, Dua Bendungan Garapan Nindya Karya Diresmikan Presiden
1 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved