KAI siap sterilkan 8 stasiun dari kios pedagang
Senin, 22 April 2013 - 20:02 WIB
KAI siap sterilkan 8 stasiun dari kios pedagang
A
A
A
Sindonews.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI secara bertahap akan mensterilisasi 8 stasiun di wilayah Jabodetabek melalui penggusuran kios pedagang yang masih berada dalam lingkungan stasiun.
Direktur Utama PT KAI, Ignasius Jonan mengatakan, dari 61 stasiun yang dikelola perseroan di wilayah Daeroh Operasi (Daop) 1 Jabodetabek, masih tersisa 8 stasiun yang belum dilakukan sterilisasi. Penggusuran tersebut bertujuan untuk perluasan ruang pelayanan bagi penumpangnya.
"Ada 8 stasiun yang akan kita sterilkan secara bertahap, di antaranya di Stasiun Duri, Pondok Ranji, Tebet, Juanda, Gondangdia, termasuk Pasar Minggu," kata Jonan saat ditemui media di Kantor Kementerian BUMN di Jakarta, Senin (22/4/2013).
Dia beralasan, perluasan wilayah di dalam lingkungan stasiun, akan dimanfaatkan untuk pemasangan fasilitas sistem tiket dan gerbang elektronik (e-ticket/e-gate) yang mulai dioperasikan pada awal Juni 2013 mendatang. Nantinya penumpang akan diberlakukan tiket parsial berdasarkan jarak yang tempuh.
"Lima stasiun pertama Rp3.000, setiap satu stasiun berikutnya ditambah Rp1.000. Hal ini tidak mempengaruhi profit, malah lebih fair, buat kita profit sekunder untuk layanan yang lebih utama," tambahnya.
Dia juga menjelaskan, sejumlah pedagang memang sempat meminta perpanjangan kontrak penyewaan kios kepada perseroan, namun ditolaknya. Jonan berujar hal tersebut telah tertuang dalam kontrak yang telah ditandatangani oleh kedua belah pihak sebelumnya.
"Banyak pedagang yang protes, kenapa tidak dibolehkan memperpanjang kontraknya. Perjanjian sewa sudah ada di kontrak dan ditulis apabila ada kepentingan operasi, maka bisa diputus kontraknya," tegas dia.
Direktur Utama PT KAI, Ignasius Jonan mengatakan, dari 61 stasiun yang dikelola perseroan di wilayah Daeroh Operasi (Daop) 1 Jabodetabek, masih tersisa 8 stasiun yang belum dilakukan sterilisasi. Penggusuran tersebut bertujuan untuk perluasan ruang pelayanan bagi penumpangnya.
"Ada 8 stasiun yang akan kita sterilkan secara bertahap, di antaranya di Stasiun Duri, Pondok Ranji, Tebet, Juanda, Gondangdia, termasuk Pasar Minggu," kata Jonan saat ditemui media di Kantor Kementerian BUMN di Jakarta, Senin (22/4/2013).
Dia beralasan, perluasan wilayah di dalam lingkungan stasiun, akan dimanfaatkan untuk pemasangan fasilitas sistem tiket dan gerbang elektronik (e-ticket/e-gate) yang mulai dioperasikan pada awal Juni 2013 mendatang. Nantinya penumpang akan diberlakukan tiket parsial berdasarkan jarak yang tempuh.
"Lima stasiun pertama Rp3.000, setiap satu stasiun berikutnya ditambah Rp1.000. Hal ini tidak mempengaruhi profit, malah lebih fair, buat kita profit sekunder untuk layanan yang lebih utama," tambahnya.
Dia juga menjelaskan, sejumlah pedagang memang sempat meminta perpanjangan kontrak penyewaan kios kepada perseroan, namun ditolaknya. Jonan berujar hal tersebut telah tertuang dalam kontrak yang telah ditandatangani oleh kedua belah pihak sebelumnya.
"Banyak pedagang yang protes, kenapa tidak dibolehkan memperpanjang kontraknya. Perjanjian sewa sudah ada di kontrak dan ditulis apabila ada kepentingan operasi, maka bisa diputus kontraknya," tegas dia.
(gpr)
Lihat Juga :