Fuad: Pajak turun akibat revisi pertumbuhan ekonomi

Kamis, 30 Mei 2013 - 16:32 WIB
Fuad: Pajak turun akibat...
Fuad: Pajak turun akibat revisi pertumbuhan ekonomi
A A A
Sindonews.com - Dirjen Pajak, Fuad Rahmany mengatakan, turunnya target penerimaan perpajakan dari Rp1.042 triliun menjadi Rp987 triliun dalam RAPBN-P, karena adanya revisi pertumbuhan ekonomi dari 6,8 persen sampai 6,2 persen.

"Intinya pertumbuhan turun dari 6,8 persen turun ke 6,2 persen. Kok pajaknya turun besar, sekitar Rp53,6 triliun. Jawabannya pertumbuhan yang turun itu berpengaruh kepada ekspor oriented," ujarnya di gedung DPR, Jakarta, Kamis (30/5/2013).

Dia mencontohkan ada perusahaan yang dulunya dapat membayar pajak sebesar Rp17 triliun, namun saat ini hanya membayar Rp5 triliun sampai Rp7 triliun.

"Ada perusahaan yang dulu mampu membayar Rp17 triliun. Sekarang hanya bisa Rp5 triliun atau Rp7 triliun. Tren nilai ekspor jelas turun. Penyebabnya dari migas, batubara, dan mesin. Penerimaan pajak dari pengolahan yang berorientasi ekspor juga turun," paparnya.

Meski demikian, lanjut dia, ada beberapa sektor yang tumbuh untuk menutup lemahnya angka-angka tersebut. "Tapi ada sektor perpajakan tumbuh seperti retail, tambang, perbankan, properti. Jadi menutup yang tadi," pungkas Fuad.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Aksi Menuntut Reformasi...
Aksi Menuntut Reformasi Pegawai Pajak
Diskon Pajak Mobil Baru...
Diskon Pajak Mobil Baru Berlaku Mulai 1 Maret 2021
Negara yang Kaya Tanpa...
Negara yang Kaya Tanpa Memungut Pajak dari Rakyatnya
Indonesia Demam Pajak,...
Indonesia Demam Pajak, 5 Negara Ini Bebas Pajak
Kapolri: Polri akan...
Kapolri: Polri akan Kawal Kepatuhan Wajib Pajak untuk Bayar Pajak
Adaro Raih Penghargaan...
Adaro Raih Penghargaan Wajib Pajak
Berita Terkini
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
16 menit yang lalu
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
39 menit yang lalu
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
1 jam yang lalu
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
2 jam yang lalu
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
11 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved