Minyak di Asia melemah akibat profit taking

Senin, 17 Juni 2013 - 11:36 WIB
Minyak di Asia melemah...
Minyak di Asia melemah akibat profit taking
A A A
Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan Asia hari ini menurun, karena investor mengambil keuntungan (profit taking) setelah terjadi reli pada pekan lalu. Menurut Analis, hal tersebut dipicu kekhawatiran meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Juli, turun 19 sen menjadi USD97,66 per barel. Sementara minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Agustus, turun 10 sen menjadi USD105,83 pada perdagangan pagi.

"Pasar dekat dengan level resistance setelah kenaikan pekan lalu, dan perasaan dorongan utama pekan ini akan turun," kata Michael McCarthy, kepala strategi pasar CMC Markets, Sydney, seperti dilansir dari AFP, Senin (17/6/2013).

"Kelemahan impulse dapat memicu lebih dari build-up persediaan minyak mentah AS atau data lemah ekonomi Amerika dan Jepang," jelasnya.

Menurut McCarthy, ketidakpastian mengenai apakah Federal Reserve AS (Fed) akan melanjutkan program stimulus moneter juga turut membebani harga.

Komite Pasar Terbuka Federal, yang menetapkan patokan suku bunga dolar AS, akan bertemu pada Selasa dan Rabu, di mana investor mengharapkan kejelasan tentang apakah suku bunga jangka panjang melalui program pembelian obligasi USD85 miliar bulanan akan bertahan.

Sementara itu, investor terus mencermati situasi di Timur Tengah. Harga telah melonjak pada akhir perdagangan Jumat (14/6/2013), setelah para pejabat AS mengatakan mereka memiliki bukti penggunaan senjata kimia oleh pasukan dukungan pemimpin Suriah Bashar al-Assad, dan mengisyaratkan Washington akan mulai mempersenjatai oposisi.

Di sisi lain, Presiden Rusia Vladimir Putin, berbicara pada malam pertemuan puncak G8 di Irlandia Utara, memperingatkan untuk melawan pemberontak Suriah yang dipersenjatai serta bersikeras Moskow telah mematuhi aturan dan norma saat memberikan senjata terhadap rezim Suriah.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Turun Saat Badai Musim Dingin Bekukan Kilang AS
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
6 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
7 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
9 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
11 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
12 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
13 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved