Meski BBM naik, inflasi Juni diperkirakan di bawah 1%

Rabu, 26 Juni 2013 - 14:43 WIB
Meski BBM naik, inflasi...
Meski BBM naik, inflasi Juni diperkirakan di bawah 1%
A A A
Sindonews.com - Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan inflasi bulan Juni masih berpotensi berada di bawah satu persen, meskipun dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada akhir pekan lalu mulai terasa.

Menurut Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Sasmito Hadi Wibowo, berdasarkan pantauan harga sampai dengan minggu ketiga Juni ini, belum ada lonjakan harga pangan pokok yang signifikan.

Hanya ada beberapa bahan pangan yang mengalami peningkatan harga, seperti cabai yang harganya meningkat karena imbas dari musim penghujan yang masih terjadi dan daging ayam yang mengalami kenaikan harga karena antisipasi puasa serta dampak dari substitusi daging sapi.

“Sampai hari ini belum cukup terlihat (dampak kenaikan harga BBM). Sampai minggu ketiga masih menggunakan harga lama, jadi peranannya ke inflasi hanya 20-25 persenan. Jadi masih ada peluang bagi inflasi Juni untuk berada di bawah satu persen,” terangnya seperti dikutip dari laman Kemenkeu, Rabu (26/6/2013).

Namun demikian, pada minggu terakhir bulan Juni ini, lanjutnya, memang mulai ada kenaikan harga di sektor transportasi yang bervariasi pada masing-masing daerah, yaitu sekitar 15-30 persen. Namun, kenaikan tersebut terjadi hanya pada minggu terakhir bulan Juni, sehingga dinilai tidak akan berdampak cukup signifikan.

“Belajar dari pengalaman tahun 2005 atau 2008 saat BBM naik, harga transportasi naik cukup tinggi, kemudian kembali turun lagi setelah ada ketentuan besaran kenaikan tarifnya,” ungkapnya.

Ia memperkirakan, puncak inflasi tahun ini akan terjadi pada bulan Juli, dimana tiga perempat dampak kenaikan harga BBM bersubsidi akan terjadi pada bulan tersebut, terlebih dengan adanya biaya tahun ajaran baru dan bulan Ramadan.

“Untuk bulan Juli saya terus terang agak khawatir seberapa besar, tapi kemungkinan tidak sampai dua persen lah,” jelasnya.

Pihaknya optimistis, laju inflasi sepanjang tahun ini masih sesuai dengan target pemerintah, yaitu di level 7,2 persen. Hal tersebut dapat dicapai jika pemerintah bekerja keras mendorong terjadinya deflasi pada bulan September nanti.

“Di bulan Agustus kemungkinan moderat ke bawah, karena Lebaran kan di minggu pertama, biasanya habis lebaran harga anjlok, dan puncak musim panen kedua juga akan terjadi di bulan September, sehingga diharapkan bisa deflasi,” pungkasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terima Data Inflasi...
Terima Data Inflasi 2,84% dan Pertumbuhan Ekonomi 5,11%, Jokowi: Segar kalau Seperti Ini
Inflasi Bulan Maret...
Inflasi Bulan Maret 2025 Mencapai 1,65 Persen
Badan Pusat Statistik...
Badan Pusat Statistik : Inflasi 2021 Capai 1,87 Persen
Inflasi Mei Diperkirakan...
Inflasi Mei Diperkirakan Mencapai 0,31 Persen
Prediksi Inflasi September...
Prediksi Inflasi September 2022 Efek Kenaikan Harga BBM
Angka Inflasi Jawa Barat...
Angka Inflasi Jawa Barat Tertinggi
Berita Terkini
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
17 menit yang lalu
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
26 menit yang lalu
Perluas Akses Pembiayaan...
Perluas Akses Pembiayaan EV, Mandiri Auto Deals 2026 Tawarkan Pengalaman Menarik
1 jam yang lalu
Pemerintah NSW Beri...
Pemerintah NSW Beri Jalur Cepat Proyek Sydney Senilai Rp25 T Besutan Iwan Sunito
1 jam yang lalu
Bahlil Pastikan Warga...
Bahlil Pastikan Warga Terdampak Proyek Blok Masela Bakal Dapat Ganti Untung
1 jam yang lalu
Pupuk Kaltim Perkuat...
Pupuk Kaltim Perkuat Green and Smart Port, Dukung Daya Saing Industri dan Logistik
2 jam yang lalu
Infografis
PWNU DIY Usul Aturan...
PWNU DIY Usul Aturan Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Pakai Medsos
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved