Orang miskin susah akses lahan, RI sulit jadi negara maju
Senin, 01 Juli 2013 - 16:27 WIB
Orang miskin susah akses lahan, RI sulit jadi negara maju
A
A
A
Sindonews.com - Masayarakat miskin hingga saat ini masih sulit mengakses lahan. Kondisi ini akan menyebabkan proses peningkatan kesejahteraan melambat. Jika tidak diperhatikan, maka berpotensi memasukkan Indonesia dalam jebakan negara menengah (middle income trap).
Hal tersebut dikatakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa di Benteng Kuto Besak, Palembang, Senin (1/7/2013).
"Penelitian PBB mengatakan lambatnya proses kesejahteraan atau meningkatnya kekayaan masyarakat miskin akibat tidak dapat mengakses lahan di negara yang belum berkembang dan menengah dapat menyebabkan negara tersebut masuk dalam kategori middle income trap," ujarnya.
Dia menuturkan, beberapa kendala terkait ketidakpastian hukum dan sertifikasi lahan menyebabkan akses masyarakat miskin terhadap lahan menjadi terbatas.
"Penelitian ini mengatakan tidak teraksesnya lahan yang dimiliki masyarakat dalam sistem ekonomi. Mengapa tidak terakses, karena belum memiliki kepastian hukum dan ada yang tidak bersertifikat," katanya.
Karena itu, Hatta memberikan solusi pemberian sertifikat lahan bagi masyarakat miskin untuk mencapai dua hal sebagai dasar mengatasi permasalahan aksesabilitas lahan bagi masyarakat miskin.
"Sertifikat lahan bagi masyarakat miskin ini memberikan dua aspek. Pertama akan memberikan kepastian hukum pada lahan milik masyarakat miskin. Kedua, masyarakat miskin akan mampu mengakses sistem ekonomi dengan properti berharga," pungkas Hatta.
Hal tersebut dikatakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa di Benteng Kuto Besak, Palembang, Senin (1/7/2013).
"Penelitian PBB mengatakan lambatnya proses kesejahteraan atau meningkatnya kekayaan masyarakat miskin akibat tidak dapat mengakses lahan di negara yang belum berkembang dan menengah dapat menyebabkan negara tersebut masuk dalam kategori middle income trap," ujarnya.
Dia menuturkan, beberapa kendala terkait ketidakpastian hukum dan sertifikasi lahan menyebabkan akses masyarakat miskin terhadap lahan menjadi terbatas.
"Penelitian ini mengatakan tidak teraksesnya lahan yang dimiliki masyarakat dalam sistem ekonomi. Mengapa tidak terakses, karena belum memiliki kepastian hukum dan ada yang tidak bersertifikat," katanya.
Karena itu, Hatta memberikan solusi pemberian sertifikat lahan bagi masyarakat miskin untuk mencapai dua hal sebagai dasar mengatasi permasalahan aksesabilitas lahan bagi masyarakat miskin.
"Sertifikat lahan bagi masyarakat miskin ini memberikan dua aspek. Pertama akan memberikan kepastian hukum pada lahan milik masyarakat miskin. Kedua, masyarakat miskin akan mampu mengakses sistem ekonomi dengan properti berharga," pungkas Hatta.
(izz)
Lihat Juga :