Pemerintah ingin gunakan usulan proyeksi Bank Dunia

Selasa, 02 Juli 2013 - 13:59 WIB
Pemerintah ingin gunakan...
Pemerintah ingin gunakan usulan proyeksi Bank Dunia
A A A
Sindonews.com - Pemerintah Indonesia menyambut baik usulan-usulan yang diajukan oleh Bank Dunia yang menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 6,2 persen menjadi 5,9 persen sebagaimana tercantum dalam laporan triwulanan Bank Dunia edisi Maret 2013.

“Seperti yang disebut laporan ini, saya setuju bahwa pelambatan ekonomi global akan terus terjadi tahun ini. Pertumbuhan pesat pra 2008-2009 tidak bisa terus terjadi karena dulu ditopang oleh sumberdaya yang tidak berkelanjutan,” kata Wakil Menteri Keuangan, Mahendra Siregar, saat menerima laporan dari Bank Dunia di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (2/7/2013).

Dalam laporan yang diserahkan oleh Lead Economist & Economic Adviser Bank Dunia Indonesia, Ndiame Diop dan diunggah dalam akun twitter @BankDunia beberapa saat yang lalu itu disebutkan, bahwa kuartal kedua 2013 merupakan kuartal yang penting bagi Indonesia dengan penyesuaian ekonomi, penetapan kebijakan dan pasar keuangan terhadap tekanan-tekanan yang mulai mendesak selama beberapa kuartal terakhir dan pergeseran dalam lingkungan dunia.

“Peningkatan harga BBM bersubsidi yang cukup besar merupakan suatu reformasi yang besar. Dalam jangka pendek, reformasi itu membantu membatasi peningkatan defisit dalam APBN 2013. Sementara pada jangka waktu yang lebih panjang, reformasi itu menjadi bagian dari tanggapan yang dibutuhkan dalam penyesuaian yang terus berlangsung di dalam ekonomi Indonesia,” tulis laporan Bank Dunia.

Sebelumnya diberitakan, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2013 akan mencapai 5,9 persen dari proyeksi sebelumnya sebesar 6,2 persen.

Hal tersebut mencerminkan perlambatan pertumbuhan permintaan dalam negeri dan berlanjutnya tekanan terhadap harga-harga komoditas dan penerimaan ekspor.

"Menjaga kebijakan-kebijakan ekonomi makro yang fleksibel tetapi dapat diprediksi dan dikomunikasikan dengan baik akan membantu Indonesia melalui masa yang penuh ketidakpastian ini," kata Ekonom Bank Dunia, Ndiame Diop.

Menurutnya, pelemahan harga-harga komoditas dunia yang terus berlanjut akan membebani prospek ekonomi Indonesia, dengan besarnya peran mereka terhadap penerimaan dalam valuta asing, keuntungan dunia usaha, dan kegiatan investasi.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Pupuk Kaltim Dukung...
Pupuk Kaltim Dukung Pengembangan SDM melalui Olahraga
16 menit yang lalu
Pimpin BGN, Sudaryono...
Pimpin BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wakil Menteri Pertanian
23 menit yang lalu
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
45 menit yang lalu
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Catat 10 Tahun Beruntun dengan Jumlah MDRT Terbanyak di RI
1 jam yang lalu
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
1 jam yang lalu
Contek Dubai, Airlangga...
Contek Dubai, Airlangga Sebut Pusat Financial Berada di Zona Ekonomi Khusus
1 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Semifinal Piala...
Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026: Duel Penentu Final
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved