China selidiki harga obat di 60 perusahaan farmasi

Kamis, 04 Juli 2013 - 18:57 WIB
China selidiki harga...
China selidiki harga obat di 60 perusahaan farmasi
A A A
Sindonews.com - Perencana utama ekonomi China tengah menyelidiki harga obat dari 60 perusahaan farmasi, termasuk beberapa perusahaan patungan asing.

Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China (NDRC), yang sudah menyelidiki harga susu formula bayi asing, kembali mengirimkan tim untuk memeriksa harga grosir dan biaya produksi perusahaan obat.

Dalam pernyataannya, NDRC mengatakan, telah menargetkan penyelidikan termasuk perusahaan patungan asing Sino-GlaxoSmithKline (Inggris), Boehringer Ingelheim Jerman dan perusahaan kesehatan global MSD.

Penyelidikan juga meliputi beberapa perusahaan China, di antaranya pemimpin industri Sinopharm Group dan Jiangsu Hengrui Medicine, spesialis obat anti-tumor.

Polisi China telah menyelidiki staf senior GlaxoSmithKline karena dicurigai melakukan kejahatan ekonomi. Namun, tidak jelas apakah ada hubungannya dengan penyelidikan tersebut.

NDRC, yang membantu mengatur harga di China dalam survei selama empat bulan berusaha menyesuaikan harga obat. Para analis mengatakan, harga produk kesehatan yang terjangkau adalah sebuah platform politik Partai Komunis China.

"Selalu ada banyak tekanan untuk memastikan, bahwa obat umum yang tersedia harus berada di harga murah dibandingkan dengan yang mereka jual di pasar Barat," kata Ben Cavender, konsultan dari China Market Research Group.

Sebelumnya, media pemerintah melaporkan NDRC telah meluncurkan penyelidikan terhadap harga tinggi pada produk susu formula bayi asing. Mereka menilai langkah itu sebagai monopoli harga.

Unit usaha asal Swiss, Nestle, Wyeth Nutrition merespon dengan melakukan pemotongan harga susu formula bayi di China sebesar 20 persen. Langkah mereka diikuti perusahaan Perancis, Danone, yang turut memangkas harga.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
7 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
8 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
9 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
11 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
11 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
11 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved