BI khawatir inflasi tahun ini 7,8%
Sabtu, 06 Juli 2013 - 11:11 WIB
BI khawatir inflasi tahun ini 7,8%
A
A
A
Sindonews.com - Bank Indonesia (BI) mengkhawatirkan angka inflasi sampai akhir tahun ini menyentuh 7,2 persen hingga 7,8 persen. Hal tersebut disampaikan Gubernur BI Agus Martowardojo di gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (5/7/2013) malam.
"BI terus melihat dan mengamati inflasi di Indonesia dengan ada kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), akan terjadi inflasi sebesar 7,8 sampai 7,2 persen," ujarnya.
Agus menyebut 7,8 persen terlebih dahulu karena khawatir angka inflasi tersebut akan terjadi pada akhir tahun ini. "Jadi 7,8 sampai 7,2 persen adalah bentuk kekhawatiran kami," ucap mantan Menteri Keuangan itu.
Namun, Agus kembali melihat hal tersebut pada kebijakan-kebijakan pemerintah dalam mengantisipasi inflasi akibat kenaikan harga BBM, tarif transportasi, ketersediaan pangan, dan ketersediaan elpiji.
"Kalau koordinasi antara pusat dan daerah baik, angka inflasi bisa 7,2 persen. Tapi kalau tidak dijaga, terutama ketersediaan pangan, tarif transportasi antar kota atau dalam kota, serta tidak menjaga ketersediaan elpiji, maka angka inflasi 2013 bisa 7,8 persen," tandas Agus.
Sebelumnya, berdasarkan PMK No 66/PMK.011/2012 tentang Sasaran Inflasi 2013, 2014, dan 2015, pada 30 April 2012, sasaran inflasi yang ditetapkan pemerintah untuk periode 2013-2015, masing-masing sebesar 4,5 persen, 4,5 persen, dan 4 persen, dengan deviasi sekitar 1 persen. Namun, dengan adanya kenaikan harga BBM dan sejumlah komoditas, target tersebut sulit dicapai.
"BI terus melihat dan mengamati inflasi di Indonesia dengan ada kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), akan terjadi inflasi sebesar 7,8 sampai 7,2 persen," ujarnya.
Agus menyebut 7,8 persen terlebih dahulu karena khawatir angka inflasi tersebut akan terjadi pada akhir tahun ini. "Jadi 7,8 sampai 7,2 persen adalah bentuk kekhawatiran kami," ucap mantan Menteri Keuangan itu.
Namun, Agus kembali melihat hal tersebut pada kebijakan-kebijakan pemerintah dalam mengantisipasi inflasi akibat kenaikan harga BBM, tarif transportasi, ketersediaan pangan, dan ketersediaan elpiji.
"Kalau koordinasi antara pusat dan daerah baik, angka inflasi bisa 7,2 persen. Tapi kalau tidak dijaga, terutama ketersediaan pangan, tarif transportasi antar kota atau dalam kota, serta tidak menjaga ketersediaan elpiji, maka angka inflasi 2013 bisa 7,8 persen," tandas Agus.
Sebelumnya, berdasarkan PMK No 66/PMK.011/2012 tentang Sasaran Inflasi 2013, 2014, dan 2015, pada 30 April 2012, sasaran inflasi yang ditetapkan pemerintah untuk periode 2013-2015, masing-masing sebesar 4,5 persen, 4,5 persen, dan 4 persen, dengan deviasi sekitar 1 persen. Namun, dengan adanya kenaikan harga BBM dan sejumlah komoditas, target tersebut sulit dicapai.
(dmd)
Lihat Juga :