Semester I/2013, realisasi investasi capai Rp192,8 T
Selasa, 23 Juli 2013 - 12:34 WIB
Semester I/2013, realisasi investasi capai Rp192,8 T
A
A
A
Sindonews.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) merilis nilai investasi pada semester pertama (Januari-Juni) 2013 yang mencapai Rp192,8 triliun atau meningkat 30,2 persen dibandingkan semester 1/2012 sebesar Rp148,1 triliun.
Realisasi tersebut terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp60,6 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp132,2 triliun.
"Target kami Rp390,3 triliun di 2013 atau sudah tercapai sekitar 49 persen. Yang tinggi adalah PMDN yaitu Rp60,6 triliun dari seluruh target sebesar Rp117,7 triliun," ujar kepala BKPM yang juga Menteri Keuangan M. Chatib Basri di gedung BKPM, Jakarta, Selasa (23/7/2013).
Dia menyebut gejala tersebut merupakan awal dari perlambatan PMA yang terjadi karena kondisi global yang masih tidak menentu. Oleh karena itu Chatib akan melakukan hal-hal seperti revisi target Daftar Negatif Investasi (DNI).
"Kita enggak boleh menyerah, DNI-nya kita buat seramah mungkin, simplifikasi aturan kita lakukan. India saja melakukan revisi agar restriktif," paparnya.
Sementara itu, realisasi penanaman modal terbesar selama semester 1/2013 masih berada di pulau Jawa sebesar Rp109,5 triliun atau 56,8 persen, sedangkan di Luar Jawa mencapai Rp83,3 triliun atau 43,2 persen.
"Di Jawa ini menjadi lebih besar karena investasi di Luar Jawa yang bertumpu pada energi dan komoditas menurun, ketika menurun akibatnya konsentrasi kembali ke Jawa seperti otomotif, baja, dan lain-lain," pungkas Chatib.
Realisasi tersebut terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp60,6 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp132,2 triliun.
"Target kami Rp390,3 triliun di 2013 atau sudah tercapai sekitar 49 persen. Yang tinggi adalah PMDN yaitu Rp60,6 triliun dari seluruh target sebesar Rp117,7 triliun," ujar kepala BKPM yang juga Menteri Keuangan M. Chatib Basri di gedung BKPM, Jakarta, Selasa (23/7/2013).
Dia menyebut gejala tersebut merupakan awal dari perlambatan PMA yang terjadi karena kondisi global yang masih tidak menentu. Oleh karena itu Chatib akan melakukan hal-hal seperti revisi target Daftar Negatif Investasi (DNI).
"Kita enggak boleh menyerah, DNI-nya kita buat seramah mungkin, simplifikasi aturan kita lakukan. India saja melakukan revisi agar restriktif," paparnya.
Sementara itu, realisasi penanaman modal terbesar selama semester 1/2013 masih berada di pulau Jawa sebesar Rp109,5 triliun atau 56,8 persen, sedangkan di Luar Jawa mencapai Rp83,3 triliun atau 43,2 persen.
"Di Jawa ini menjadi lebih besar karena investasi di Luar Jawa yang bertumpu pada energi dan komoditas menurun, ketika menurun akibatnya konsentrasi kembali ke Jawa seperti otomotif, baja, dan lain-lain," pungkas Chatib.
(gpr)
Lihat Juga :