Cegah defisit, Kemendag terapkan metode baru ekspor

Kamis, 25 Juli 2013 - 15:16 WIB
Cegah defisit, Kemendag...
Cegah defisit, Kemendag terapkan metode baru ekspor
A A A
Sindonews.com - Untuk meminimalisir defisit neraca perdagangan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan menerapkan metode baru dalam urusan ekspor-impor barang.

Metode ini dinamakan Cost, Insurance, and Freight (CIF). Di mana pada masa lalu Indonesia pernah menggunakan sistem Freight On Board (FOB). Selama ini jasa ekspor dari Indonesia diurus importir, karena pembayaran jasa pengiriman ekspor ditanggung negara importir.

Sehingga, devisa jasa-jasa sejenis tersebut jatuh ke tangan negara importir. Karena itu, penerapan CIF pada Agustus ini dinilai Menteri Perdagangan Gita Wirjawan akan memberikan surplus sebesar USD5 sampai USD10 miliar. Karena importir akan menanggung jasa sejenis yang diurus Indonesia.

"Dari sisi net perdagangan ini bisa menghapus gambaran defisit, kalau neraca perdagangan lebih baik tentu akan sangat membantu," ujar Gita di gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta, Kamis (25/7/2013).

Dia menuturkan, seluruh pihak mendukung usaha perubahan metode untuk meminimalisir defisit neraca perdagangan tersebut.

"Semua mendukung, dari BI, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia juga mendukung," kata Gita.

Senada dengan Gita, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa juga mendukung rencana tersebut. Dia bahkan meminta Menteri Perhubungan (EE Mangindaan) menyiapkan kapal-kapal berbendera Indonesia untuk mengangkut komoditas ekspor dari Indonesia.

"Itu secara statistik dapat mengurangi current account deficit kita. Itu kan (dari FOB ke CIF) selisihnya sekitar 8 persen. Jadi kalau ekspor kita sekitar USD200 miliar, 8 persen berarti selisihnya bisa mencapai sekitar USD16 miliar," ujar Hatta dalam kesempatan yang sama.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Neraca Perdagangan Indonesia...
Neraca Perdagangan Indonesia pada Januari 2025 Catat Surplus USD 3,45 Miliar
Neraca Perdagangan Agustus...
Neraca Perdagangan Agustus 2024 Surplus
Top! Surplus Neraca...
Top! Surplus Neraca Dagang Tertinggi Sejak 9 Tahun Terakhir
Januari - November 2020,...
Januari - November 2020, Neraca Perdagangan Jatim Defisit
Juara Lawan AS, Neraca...
Juara Lawan AS, Neraca Dagang RI Keok dengan Thailand
Ekspor Terus Turun,...
Ekspor Terus Turun, Ekonom Khawatir Akan Ada PHK Massal
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram
10 menit yang lalu
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat ke 5.709 Pagi Ini, Mayoritas Sektor Bergerak Positif
45 menit yang lalu
Aset Kripto Rp18 Triliun...
Aset Kripto Rp18 Triliun Lenyap Diretas, AI Bisa Jadi Andalan Keamanan Baru
1 jam yang lalu
Prabowo Pangkas 1.000...
Prabowo Pangkas 1.000 BUMN Menjadi 250, Bagaimana Nasib Karyawan?
1 jam yang lalu
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
2 jam yang lalu
RSM Indonesia Umumkan...
RSM Indonesia Umumkan Bergabungnya Mahendra Siregar sebagai Senior Advisor
11 jam yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved