China perintahkan Abbott recall produk susu bayi

Selasa, 06 Agustus 2013 - 11:27 WIB
China perintahkan Abbott...
China perintahkan Abbott recall produk susu bayi
A A A
Sindonews.com - China telah memerintahkan perusahaan farmasi Amerika Serikat (AS), Abbott untuk me-recall beberapa produk susu di dalam negeri, dalam kasus botulism yang bersumber dari produsen susu Selandia Baru, Fonterra.

Administrasi Umum Pengawasan Kualitas, Inspeksi dan Karantina (AQSIQ) China menyatakan, dua batch susu formula bayi Abbott diduga telah terkontaminasi clostridium botulinum.

Clostridium botulinum merupakan bakteri yang dapat menyebabkan botulism, infeksi yang dapat menyebabkan kelumpuhan dan kematian.

"AQSIQ telah meminta Abbott ... untuk menarik kembali produk terkait untuk melindungi kesehatan konsumen China," kata badan otoritas tersebut, seperti dilansir dari AFP, Selasa (6/8/2013).

Mereka menambahkan, susu formula yang dimaksud bagi anak-anak berusia antara 1-3 tahun, diproduksi Fonterra pada 2 Mei, untuk produk Abbott di Shanghai.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada akhir pekan lalu, produk whey Fonterra yang digunakan untuk membuat susu bayi dan minuman ringan telah terkontaminasi bakteri. Perusahaan menduga kontaminasi terjadi pada pipa yang kotor di pabrik pengolahan North Island.

Dalam pernyataannya, Abbott mengatakan, tidak ada produk yang dijual di China menggunakan produk whey terkontaminasi Fonterra, tetapi ada dua batch susu formula yang dikemas di lini produksi Fonterra, yang memiliki residu bahan baku tercemar.

"Meskipun dua batch ... tidak berisiko terhadap kesehatan, kami telah memutuskan untuk me-recall produk dan menghancurkannya sebagai tindakan pencegahan untuk kepentingan maksimal pelanggan," tegasnya.

"Batch terdiri total 7.181 kotak kaleng susu bayi, tetapi hanya 112 kotak yang telah terjual dan sisanya sudah disegel," tambah perusahaan itu.

Kekhawatiran terhadap pemakaian produk impor Fonterra ke China meningkat. Selain Abbott, tiga perusahaan lain yang terkena dampak di China adalah Dumex, Hangzhou Wahaha dan anak perusahaan Coca-Cola China, yang menggunakan whey dalam minuman ringan. Mereka mengatakan, produknya aman, tetapi tetap akan me-recall sebagai pencegahan.

Fonterra adalah koperasi susu Selandia Baru terbesar di dunia. Akuntansi untuk 89 persen dari produksi susu di negara tersebut pada 2011.

Kesehatan pada susu formula bayi merupakan isu sensitif di China. Di mana ketidakpercayaan konsumen meningkat setelah susu tercemar melamin kimia, menyebabkan enam anak tewas dan lebih dari 300.000 masuk rumah sakit pada 2008.

Perdana Menteri China, Li Keqiang berjanji akan menghukum pelanggar keamanan dan mengawasi ketat produksi bubuk susu dalam negeri, dalam upaya membangun kembali kepercayaan terhadap perusahaan China.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
4 menit yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
20 menit yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
26 menit yang lalu
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
30 menit yang lalu
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
1 jam yang lalu
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
1 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved